Menu

Mode Gelap
42 Pelajar Tingkat SMA / Sederajat Terpilih Seleksi Paskibraka Indonesia Kotabaru . Raja Dangdut H. Rhoma Irama Bakal Meriahkan Pesta Pantai Di Pagatan. Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif Mengapresiasi Masukan DPRD Dan Menyebut Seluruh Rekomendasi Akan Dijadikan Referensi. Akibat Pompa SPBU Bermasalah Puluhan Mobil Dan Motor Roda Dua Mengantri Panjang. nggota DPRD Tanbu Abdul Rahim, Mengatakan wilayah tersebut belum “merdeka Ketua Komisi III DPRD Tanah Bumbu, Andi Asdar Wijaya, Seharusnya distribusi sudah berjalan normal Tapi Faktanya Masih Langka.

Advertorial

Anggota DPRD Tanbu Makhruri Melontarkan Kritik Tajam Terhadap Layanan BPJS.

badge-check


					Anggota DPRD Tanbu Makhruri Melontarkan Kritik Tajam Terhadap Layanan BPJS. Perbesar

TANAH BUMBU, kontak24 – Anggota DPRD Tanah Bumbu, Makhruri, melontarkan kritik tajam terhadap layanan BPJS Kesehatan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Rabu, (12/03/25). Ia menegaskan bahwa klaim sinergi antara BPJS dan rumah sakit tidak sesuai kenyataan.
“Kalau dibilang koordinasi BPJS dan rumah sakit itu harmonis, saya bantah hari ini. Tidak benar. Beberapa minggu lalu kami bertemu langsung dengan dokter-dokter di sini, mereka semua mengeluhkan BPJS,” ujar Makhruri dengan nada tegas.
Ia menyoroti minimnya tenaga BPJS yang bertugas di Tanah Bumbu. Hingga saat ini, hanya ada dua orang staf yang menangani layanan BPJS untuk seluruh wilayah tersebut. Menurutnya, jumlah ini sangat tidak memadai untuk melayani masyarakat yang begitu banyak.
“Ini bukan masalah kecil. Penduduk banyak, tapi hanya ada dua staf? Bagaimana mereka bisa mengurus semua kebutuhan masyarakat?” katanya.
Tak hanya itu, Makhruri juga menyinggung ketidakjelasan dalam layanan BPJS. Ia mengungkapkan bahwa bahkan tenaga medis di rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS pun tidak mendapatkan informasi yang pasti mengenai penyakit yang ditanggung atau tidak.
“Setiap bulan berubah-ubah. Rumah sakit pun bingung, penyakit mana yang bisa dicover, mana yang tidak. Kalau dokter saja tidak tahu, bagaimana dengan masyarakat?” ungkapnya.
Ia kemudian membandingkan kondisi saat ini dengan sistem kesehatan yang pernah berjalan antara 2012 hingga 2017. Menurutnya, dulu masyarakat bisa berobat dengan mudah tanpa harus pusing dengan administrasi yang berbelit.
Maret 13, 2025
“Dulu, cukup pakai kartu, tidak ribet. Sekarang? Banyak aturan yang malah menyulitkan rakyat,” katanya.
Makhruri menegaskan bahwa BPJS seharusnya hadir sebagai solusi, bukan justru menambah beban masyarakat.
“Kalau BPJS memang ingin membantu, permudah rakyat. Jangan sampai masyarakat sakit, tapi yang dipikirkan malah prosedur administrasi dulu,” tegasnya.
Ia meminta agar BPJS segera melakukan pembenahan agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Jika tidak, ia khawatir kepercayaan publik terhadap BPJS akan semakin menurun. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Akibat Pompa SPBU Bermasalah Puluhan Mobil Dan Motor Roda Dua Mengantri Panjang.

15 April 2026 - 07:00 WIB

Jelang Lebaran, Penumpang Kapal Batulicin Tanjung Serdang Masih Sepi

16 Maret 2026 - 08:27 WIB

Polda Kalsel Siagakan 1.200 Personel Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi.

6 November 2025 - 11:11 WIB

Sekdakab kotabaru Hadiri Pembukaan PORPROV XII Tanah Laut 2025.

2 November 2025 - 07:01 WIB

Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan Apresiasi keberhasilan panen jagung seluas 24 hektar Oleh Polsek Satui Polres Tanah Bumbu.

26 Oktober 2025 - 22:58 WIB

Trending di Advertorial