Menu

Mode Gelap
Suasana Haru Menyelimuti Perpisahan SDN Pondok Butun, Isak Tangis Ainun Pecah Saat Bacakan Pidato Perpisahan Kapal Nelayan Terbelah Dua Usai Ditabrak Kapal Misterius di Perairan Kotabaru, Satu Tewas dan Satu Hilang ‎ SDN Pondok Butun Buka PPDB Tahun Ajaran 2025/2026, Targetkan 84 Siswa Baru dalam Tiga Kelas SDN Pondok Butun Gelar acara Pelepasan dan Perpisahan Siswa/Siswi Kelas VI Angkatan 39, Tahun Ajaran 2025/2026. Winarto Hendra resmi pimpin Muaythai Kotabaru 2026-2030, target lahirkan atlet berprestasi DPRD Tanah Bumbu Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Raperda Perubahan Atas Perda BPD Nomor 11 Tahun 2018

Peristiwa

Kapal Nelayan Terbelah Dua Usai Ditabrak Kapal Misterius di Perairan Kotabaru, Satu Tewas dan Satu Hilang ‎

badge-check


					Kapal Nelayan Terbelah Dua Usai Ditabrak Kapal Misterius di Perairan Kotabaru, Satu Tewas dan Satu Hilang ‎ Perbesar

KOTABARU, Kontak24com – Kecelakaan laut yang merenggut korban jiwa terjadi di perairan Kabupaten Kotabaru. Kapal penangkap ikan jenis perenggek “Mega Harapan” hancur terbelah dua setelah terlibat tabrakan hebat di perairan Desa Labuan Mas, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Selasa (16/06/26) sekitar pukul 09.00 WITA lalu.
‎Insiden maut tersebut melibatkan tujuh orang penumpang yang terdiri dari satu orang kapten kapal dan enam anak buah kapal (ABK). Akibat peristiwa ini, kapten kapal dilaporkan meninggal dunia, satu ABK hilang tenggelam, sementara lima ABK lainnya berhasil diselamatkan.
‎Kronologi kejadian, dimana ditabrak saat korban tertidur, peristiwa nahas ini bermula saat kapal Mega Harapan tengah berlayar dari arah Pulau Samber Gelap menuju Desa Tanjung Serudung. Namun, saat melintas di sekitar perairan Desa Labuan Mas, kapal nelayan tersebut mendadak dihantam oleh kapal lain yang diduga merupakan kapal penumpang berbahan besi dengan kombinasi warna putih-biru.
‎Saat tabrakan terjadi, tidak ada satu pun korban yang melihat langsung detik-detik benturan. Hal ini dikarenakan posisi lima ABK yang selamat sedang beristirahat tidur (4 orang) dan sedang memasak (1 orang). Para korban baru menyadari situasi darurat tersebut ketika tubuh mereka sudah mengapung di laut dan melihat kondisi kapal Mega Harapan sudah terbelah menjadi dua bagian.
‎Sekitar pukul 13.00 WITA, lima korban yang terombang-ambing di laut berhasil ditemukan oleh kapal nelayan yang melintas. Mereka kemudian dievakuasi menuju Desa Labuan Mas.
‎Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah identitas lengkap para korban selamat (ABK) yang berada di atas kapal Mega Harapan, Bahruddin (43), warga Desa Hilir Muara, Muhamad Soleh (26), warga Desa Hilir Muara, Amiruddin (40), warga Desa Tambak Permai, Alimuddin (43), warga Desa Hilir Muara, Usman (34), warga Desa Hilir Muara.
‎Sedangkan Korban Meninggal Dunia, Muhamad Alwi (40), selaku kapten kapal. Korban ber-KTP Balikpapan, Kalimantan Timur, dan berdomisili di Rt.08, Desa Hilir Muara, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kotabaru.
‎Sementara, korban hilang/tenggelam Gilang (23), ber-KTP Makassar dan berdomisili di Rt.08, Desa Hilir Muara, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kotabaru. Hingga saat ini proses pencarian masih terus diupayakan.
‎Penyelidikan Polisi dan Upaya Pencarian, Kasat Polairud Polres Kotabaru, AKP Mohammad Zaini, S.E., membenarkan adanya insiden tersebut dan mengatakan bahwa pihaknya bersama unsur terkait masih melakukan penanganan di lapangan.
‎“Kami telah menerima laporan terkait kecelakaan laut yang melibatkan kapal perenggek ikan Mega Harapan di perairan Labuan Mas. Saat ini satu korban dinyatakan meninggal dunia, satu korban masih dalam pencarian, dan lima lainnya berhasil diselamatkan,” ujar AKP Mohammad Zaini.
‎Saat ini, tim gabungan yang dibantu oleh para nelayan lokal setempat terus bergerak menyisir area sekitar lokasi kejadian guna menemukan satu korban yang masih hilang.
‎“Upaya pencarian masih terus dilakukan di sekitar lokasi kejadian. Kami juga masih mengumpulkan keterangan para saksi dan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan laut ini,” tambahnya.
‎Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian di lapangan masih terus berlangsung secara intensif. Atas kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna transportasi laut agar selalu mengutamakan keselamatan pelayaran dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Setelah 3 Hari Pencarian Oleh Tim Relawan Anak yang Tenggelam di Sungai Satui, Ditemukan Meninggal Dunia

14 Juni 2026 - 23:06 WIB

Korban Tenggelam di Sungai Satui Baru Satu Orang Di Temukan Dalam Keadaan Meninggal Dunia, Korban Satunya Masih Di cari.

13 Juni 2026 - 13:29 WIB

Tragis! Tak Bisa Berenang, Dua Bocah Perempuan Tenggelam di Sungai Danau Satui

13 Juni 2026 - 07:06 WIB

Bejat”, Terungkap Setelah 4 Tahun, Kakak Kandung Diduga Perkosa Adik di Tanah Bumbu.

2 Februari 2026 - 13:15 WIB

Banjir Dalam Pagar Martapura , Warga Keluhkan ‘Kada Kawa Bausaha.

6 Januari 2026 - 02:55 WIB

Trending di Peristiwa