Menu

Mode Gelap
Keluarga Besar Kemenag Tanah Bumbu Berikan Ucapan Selamat Milad ke-47 untuk Sekda Yulian Herawati Keluarga Besar Kemenag Kabupaten Tanah Bumbu Berikan Ucapan “Selamat Ulang Tahun yang ke-44 Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, A.Md.T., S.H., M.M Debu Batu Bara Selimuti Desa Mekar Jaya: DLH Tanbu Verifikasi Lapangan Besok, “Sementara DPRD Jadwalkan Sidak Tinjau Pelabuhan Bunati, Antrean Mengular Sejak Pagi, Festival Kuliner Banjar 2026 Sukses Besar di Jakarta Musim Angin Tenggara Tiba, “Hujan” Debu Batu Bara Hantui Warga Desa Mekar Jaya Angsana BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Bekali 20 Ahli Waris Lewat Program PEKA

Advertorial

Anggota DPRD Tanbu Makhruri Melontarkan Kritik Tajam Terhadap Layanan BPJS.

badge-check


					Anggota DPRD Tanbu Makhruri Melontarkan Kritik Tajam Terhadap Layanan BPJS. Perbesar

TANAH BUMBU, kontak24 – Anggota DPRD Tanah Bumbu, Makhruri, melontarkan kritik tajam terhadap layanan BPJS Kesehatan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Rabu, (12/03/25). Ia menegaskan bahwa klaim sinergi antara BPJS dan rumah sakit tidak sesuai kenyataan.
“Kalau dibilang koordinasi BPJS dan rumah sakit itu harmonis, saya bantah hari ini. Tidak benar. Beberapa minggu lalu kami bertemu langsung dengan dokter-dokter di sini, mereka semua mengeluhkan BPJS,” ujar Makhruri dengan nada tegas.
Ia menyoroti minimnya tenaga BPJS yang bertugas di Tanah Bumbu. Hingga saat ini, hanya ada dua orang staf yang menangani layanan BPJS untuk seluruh wilayah tersebut. Menurutnya, jumlah ini sangat tidak memadai untuk melayani masyarakat yang begitu banyak.
“Ini bukan masalah kecil. Penduduk banyak, tapi hanya ada dua staf? Bagaimana mereka bisa mengurus semua kebutuhan masyarakat?” katanya.
Tak hanya itu, Makhruri juga menyinggung ketidakjelasan dalam layanan BPJS. Ia mengungkapkan bahwa bahkan tenaga medis di rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS pun tidak mendapatkan informasi yang pasti mengenai penyakit yang ditanggung atau tidak.
“Setiap bulan berubah-ubah. Rumah sakit pun bingung, penyakit mana yang bisa dicover, mana yang tidak. Kalau dokter saja tidak tahu, bagaimana dengan masyarakat?” ungkapnya.
Ia kemudian membandingkan kondisi saat ini dengan sistem kesehatan yang pernah berjalan antara 2012 hingga 2017. Menurutnya, dulu masyarakat bisa berobat dengan mudah tanpa harus pusing dengan administrasi yang berbelit.
Maret 13, 2025
“Dulu, cukup pakai kartu, tidak ribet. Sekarang? Banyak aturan yang malah menyulitkan rakyat,” katanya.
Makhruri menegaskan bahwa BPJS seharusnya hadir sebagai solusi, bukan justru menambah beban masyarakat.
“Kalau BPJS memang ingin membantu, permudah rakyat. Jangan sampai masyarakat sakit, tapi yang dipikirkan malah prosedur administrasi dulu,” tegasnya.
Ia meminta agar BPJS segera melakukan pembenahan agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Jika tidak, ia khawatir kepercayaan publik terhadap BPJS akan semakin menurun. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Debu Batu Bara Selimuti Desa Mekar Jaya: DLH Tanbu Verifikasi Lapangan Besok, “Sementara DPRD Jadwalkan Sidak Tinjau Pelabuhan Bunati,

26 Juli 2026 - 09:51 WIB

SMPN1 Kotabaru Raih Juara Umum Lomba Drumband Pelajar Festival Budaya Saijaan

22 Juli 2026 - 23:06 WIB

Puncak Harganas 2026: Novarinda Rizky Famia, Siswi SMA 1 Pagatan Dinobatkan Sebagai Juara 1 Duta GenRe Tanah Bumbu

22 Juli 2026 - 10:10 WIB

Siswa SDN 2 Kampung Baru Wakili Tanah Bumbu di Olimpiade Sains Tingkat Nasional,

30 Juni 2026 - 05:35 WIB

Dalam Menyelamatkan 30 Ribu Jiwa Polres Tanah Bumbu Musnahkan 21 Kilogram Narkotika Jenis Sabu dan 30,5 Ekstasi.

29 Juni 2026 - 11:54 WIB

Trending di Advertorial