KOTABARU – TP PKK Kabupaten Kotabaru melalui Pokja I menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) di Era Digital. Acara yang merupakan bagian dari upaya mewujudkan anak yang cerdas, aman, dan sehat ini berlangsung pada Kamis (4/12/2024) di Gedung Wanita Ratu Intan Lantai 2.
Kegiatan ini dihadiri oleh kader PKK kecamatan, desa, dan kelurahan, kader Posyandu, guru PAUD, serta perwakilan dari berbagai SKPD terkait. Pembinaan ini merupakan langkah strategis TP PKK untuk meningkatkan literasi digital orang tua dalam menghadapi kompleksitas tantangan dunia digital bagi anak dan remaja.
Ketua TP PKK Kotabaru berhalangan hadir, sehingga sambutan disampaikan oleh Sekretaris TP PKK Kabupaten Kotabaru, Yuliana Pasoloran, SE., MM. Dalam sambutannya, Yuliana mengajak peserta untuk tetap semangat mengikuti kegiatan dan memimpin yel-yel PKK sebagai bentuk motivasi.
Yuliana menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital membawa manfaat besar bagi pendidikan dan kreativitas anak, namun juga menghadirkan tantangan seperti kecanduan gawai, paparan konten negatif, cyberbullying, hingga ancaman kejahatan digital.
“Pembinaan ini sangat penting dalam upaya kita bersama mewujudkan anak-anak Kotabaru yang cerdas, aman, dan sehat di era digital. Orang tua dan kader PKK harus memahami pola asuh yang tepat, tidak hanya melarang, tetapi mengarahkan dan mendampingi,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik dalam keluarga, pengaturan screen time, pendampingan penggunaan gawai, serta penanaman nilai agama dan moral sebagai benteng di era digital. Yuliana juga meminta para peserta untuk terus beradaptasi dan bersinergi dalam memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan utama tumbuh kembang anak.
Narasumber kegiatan, Yansyah Fauzi, menyampaikan materi mengenai pola asuh digital serta memperkenalkan isu nasional baru, JUPITER (Judi Online, Pinjaman Online Teratasi), yang kini menjadi fokus program Pokja I menyusul maraknya kasus remaja terjerat masalah tersebut.
Yansyah memaparkan sejumlah kasus nyata yang pernah ditangani, mulai dari remaja yang harus membayar utang hingga puluhan juta rupiah akibat transaksi kredit, hingga kasus ekstrem pencurian kendaraan orang tua untuk menutup utang pinjol.
“Data menunjukkan bahwa remaja menjadi kelompok paling rentan. Karena itu, TP PKK Pusat memasukkan isu JUPITER ke dalam materi pola asuh. Ini bukan sekadar fenomena, tetapi sudah menjadi masalah nasional,” jelasnya.
Ia berharap para kader PKK dan orang tua dapat meningkatkan kewaspadaan, memperkuat edukasi digital, serta membangun komunikasi terbuka dengan anak dan remaja agar terhindar dari praktik berbahaya di dunia digital.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kotabaru menegaskan kembali bahwa kader PKK, guru PAUD, dan orang tua merupakan ujung tombak pembinaan keluarga. Sinergi dan peningkatan kapasitas menjadi kunci untuk menghadapi tantangan zaman.
Pembinaan PAAR ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan praktis dan solusi bagi keluarga dalam mendampingi anak di era digital, sehingga tercipta generasi Kotabaru yang sehat, berkarakter, dan siap menghadapi perkembangan teknologi.










