BREAKING

Berita DaerahPendidikanTanah Bumbu

Alumni MA Nurul Hidayah Gelar Urunan, Serahkan Laptop dan Projektor untuk Sekolah

Simpang Empat, Tanah Bumbu – Sejumlah alumni Madrasah Aliyah (MA) Nurul Hidayah menunjukkan kepeduliannya terhadap almamater dengan menyerahkan bantuan perangkat kebutuhan sekolah. Bantuan yang terdiri dari satu unit laptop, satu unit proyektor (Epson), dan layar proyektor tersebut diserahkan langsung kepada Kepala Sekolah MA Nurul Hidayah, Ibu Nur Aini, pada Kamis (16/4/2026).

Inisiatif penggalangan dana ini digagas oleh Zakaria, H. Khairil, Fatma, dan sejumlah alumni lainnya. Mereka mengumpulkan sumbangan sukarela melalui grup WhatsApp alumni. Menurut para penggagas, ketiga perangkat tersebut dinilai sangat dibutuhkan oleh sekolah untuk menunjang proses belajar mengajar.

“Kami melihat langsung kebutuhan di lapangan. Laptop dan proyektor sekarang ini bukan lagi barang mewah, tapi kebutuhan pokok dalam pembelajaran interaktif. Mudah-mudahan apa yang kami kumpulkan bisa bermanfaat,” ujar salah satu perwakilan alumni.

Ibu Nur Aini, Kepala MA Nurul Hidayah, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian para alumni.

“Terima kasih banyak kepada para alumni yang masih peduli dengan sekolah yang pernah mendidik mereka. Semoga Allah membalas kebaikan ini dengan rezeki yang berlimpah dan lebih bermanfaat bagi kita semua,” ujar Bu Aini haru.

Namun, di balik momen penuh haru tersebut, para alumni juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi sekolah saat ini. Salah seorang alumni menyayangkan menurunnya jumlah peserta didik secara drastis.

“Kondisinya sangat jauh berbeda dengan masa kami bersekolah dulu. Dulu, MA Nurul Hidayah ini adalah sekolah primadona di zamannya, peminatnya sangat banyak. Sekarang, kekurangan murid,” keluhnya.

Menyikapi kondisi tersebut, muncul usulan dari sejumlah alumni untuk mengubah status MA Nurul Hidayah menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Mereka menilai lulusan SMK memiliki prospek kerja yang lebih jelas sehingga dapat menarik kembali minat calon peserta didik.

Menanggapi keresahan dan usulan para alumni, Ibu Nur Aini memberikan respons yang menenangkan. Ia berjanji akan menjadi jembatan antara para alumni dan pihak yayasan selaku pemilik sekolah.

“Untuk menyampaikan aspirasi para alumni ke yayasan, semoga nanti bisa ibu sampaikan,” ujar Bu Aini.

Pernyataan ini setidaknya menjadi secercah harapan bagi para alumni yang selama ini merasa usulan mereka tidak ditindaklanjuti. Meskipun demikian, hingga saat ini proses perubahan status dari MA menjadi SMK masih terkendala masalah prosedural. MA Nurul Hidayah yang berada di bawah naungan yayasan juga menghadapi tantangan komunikasi antarpihak yang dinilai belum menemukan titik temu.

Para alumni berharap agar kali ini aspirasi mereka benar-benar didengar dan ada tindak lanjut nyata untuk menyelamatkan eksistensi almamater tercinta. (SML)

Related Posts