TANAH BUMBU, Kontak24com -Keamanan di area pengisian BBM subsidi kembali menjadi sorotan. Sebuah insiden panas terjadi di salah satu SPBU di kawasan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, dikutip Media JINNUS.com pada Rabu (19/08/26).

Antrean panjang Solar yang melelahkan berubah menjadi arena keributan yang nyaris memicu bentrokan antar warga.
Berdasarkan kesaksian warga di lokasi kejadian, kericuhan bermula saat seorang pria berinisial W tiba di lokasi bersama empat orang rekannya.
Tak lama berselang, terjadi konfrontasi verbal yang sengit antara kelompok (W) dengan seorang pria lain berinisial (M) yang juga berada di antrean tersebut.
Dugaan Intimidasi dan Kekerasan Fisik
Situasi dilaporkan sempat tidak terkendali ketika (W) diduga mengeluarkan senjata tajam untuk mengintimidasi lawan bicaranya.
Saksi mata menyebutkan bahwa (M) menjadi korban tindakan fisik dalam pertikaian tersebut.
“Kejadiannya sangat cepat. Awalnya cuma adu mulut, tapi suasana mendadak mencekam saat ada dugaan senjata tajam yang dikeluarkan.
Korban (M) bajunya sampai robek di bagian kerah, lehernya luka, dan kacamatanya pecah,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Meskipun situasi akhirnya berhasil diredam sebelum meluas menjadi tawuran massal, insiden ini meninggalkan kekhawatiran mendalam bagi masyarakat yang sedang mengantre.
Sorotan Terhadap Praktik Pelangsiran
Muncul dugaan kuat di kalangan warga bahwa kedua pihak yang bertikai memiliki keterkaitan dengan aktivitas pelangsiran Solar subsidi.
Praktik pembelian BBM secara berulang oleh oknum tertentu ditengarai menjadi pemicu utama antrean tak kunjung usai dan memicu gesekan di lapangan.
“Kami sangat khawatir. Jika praktik pelangsiran ini terus dibiarkan tanpa pengawasan ketat, keributan seperti ini bisa berujung pada korban jiwa.
Masalahnya bukan lagi sekadar bensin habis, tapi soal nyawa,” tambah warga tersebut.
DPRD Sudah Ingatkan Pertamina
Persoalan karut-marut distribusi BBM di Tanah Bumbu sebenarnya bukan isu baru.
Komisi II DPRD Tanah Bumbu sebelumnya telah memanggil Pertamina Regional Kalimantan Selatan dan para pengelola SPBU dalam dua kali rapat dengar pendapat.
Ketua Komisi II DPRD Tanah Bumbu, Andi Erwin Prasetya, dalam beberapa kesempatan telah menekankan agar distribusi BBM subsidi dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.
Ia mendesak pihak otoritas untuk memberantas praktik pelangsiran yang merugikan masyarakat umum.
Tuntutan Evaluasi Distribusi
Menyusul kejadian ini, warga mendesak agar Pertamina dan aparat terkait tidak menutup mata. Masyarakat meminta adanya evaluasi total terhadap sistem antrean dan pengawasan di SPBU yang rawan praktik pembelian ilegal.
Pengelola SPBU juga dituntut lebih tegas dalam menjaga ketertiban agar fungsi SPBU sebagai fasilitas umum tetap aman bagi semua orang.
Hingga berita ini diturunkan, kronologi pasti dan status hukum terkait dugaan penggunaan senjata tajam masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak kepolisian maupun para pihak yang terlibat. (Sumber : JINNUS.com)







