TANAH BUMBU, Kontak24com – Suasana khidmat menyelimuti pelataran TPA Nurul’Ala Kelurahan Gunung Tinggi Kecamatan Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu malam ini. Usai melaksanakan salat Tarawih berjamaah, puluhan santri cilik tidak langsung pulang ke rumah. Mereka berkumpul melingkar, membuka mushaf Al-Qur’an untuk melanjutkan tradisi tadarus bersama di bulan suci Ramadan.
Namun, ada yang berbeda pada malam ini. Setelah lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an ditutup dengan doa khatam, keceriaan anak-anak semakin memuncak saat para pengajar mengeluarkan nampan-nampan besar berisi makanan. Tradisi “makan bersama” atau yang akrab disebut kembulan menjadi agenda penutup yang paling dinantikan.

Kepala TPA Nurul’Ala, Ustadz Syamsuni menyampaikan bahwa kegiatan makan bersama ini rutin dilakukan setiap malam hari selama bulan Suci Ramadan. Tujuannya bukan sekadar mengisi perut, melainkan untuk mempererat tali silaturahmi dan mengajarkan nilai berbagi di antara para santri.
“Kami ingin anak-anak merasa bahwa masjid dan TPA adalah rumah kedua yang menyenangkan bagi mereka. Dengan makan bersama dalam satu nampan seperti ini, mereka belajar tentang kesederhanaan, kekompakan, dan rasa syukur setelah lelah mengaji,” ujar Ustadz Syamsuni.
Menu yang disajikan cukup sederhana, dari makanan Ayam goreng kentucky, Nasi Goreng, Sampai malam ini Mie Gacoan.
Donatur dari Hamba Allah yang selalu menyumbang makanan untuk Anak anak Santri TPA Nurul’Ala, dibulan yang Suci ini, “namun antusiasme para santri membuatnya terasa istimewa. Riuh rendah tawa dan canda anak-anak menghidupkan suasana malam yang dingin.

Salah satu santri, Muhammad Agasta Azhar mengaku sangat senang dengan kegiatan ini. “Mengajinya jadi lebih semangat karena setelah itu bisa makan bareng teman-teman. Rasanya lebih enak makan bareng-bareng daripada makan sendiri di rumah,” katanya sambil tersenyum.
Kegiatan tadarus dan makan bersama di TPA Nurul’Ala ini diharapkan dapat terus memupuk kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an sejak dini, sekaligus membangun karakter sosial yang kuat di lingkungan masyarakat.
Acara malam itu pun ditutup dengan membersihkan tempat bersama-sama, mengajarkan para santri tentang tanggung jawab mereka membersihkan Ruangan Moshola, sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing dengan hati yang riang. (her)








