TANAH BUMBU, Kontak24.com – Tim SAR Emergency Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kalimantan Selatan melaksanakan tugas kemanusiaan melakukan pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang terseret arus di kawasan wisata Air Terjun Desa Mandin Damar, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (04/03/26).
Operasi pencarian ini dipimpin langsung oleh Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) B Pelopor, AKP I Gede Kardana, S.Kom. Personel SAR dikerahkan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan mengenai adanya musibah tersebut.

AKP I Gede Kardana, S.Kom., menyampaikan bahwa kehadiran Tim SAR Batalyon B Pelopor merupakan wujud nyata bakti Brimob untuk masyarakat dalam menangani situasi darurat dan bencana.
“Kami telah menurunkan tim rescue ke titik lokasi di Desa Mandin Damar. Fokus utama kami hari ini adalah menyisir aliran sungai dan titik-titik di sekitar air terjun yang diduga menjadi lokasi korban tersangkut atau terbawa arus,” ujar AKP I Gede Kardana di lokasi kejadian.

AKP I Gede Kardana menambahkan
Korban diketahui berinisial JH (27), warga Desa Taibah Raya, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar. Ia datang ke lokasi wisata bersama tujuh rekannya sekitar pukul 15.00 WITA.
Sekitar pukul 21.00 WITA, korban akhirnya terlihat di area pusaran air dengan kedalaman kurang lebih empat meter. Proses evakuasi selesai sekitar pukul 22.00 WITA, dan jasad korban segera dibawa ke Puskesmas Mantewe untuk pemeriksaan medis kata AKP I Gede Kardana.
DPP Wadanyon dan Danki 4 IPTU Suristo juga mengatakan, “Upaya pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari warga setempat, Sat Polairud, Brimob, BPBD, hingga Basarnas. Sejumlah relawan penyelam tradisional turut membantu menyisir dasar sungai.

“Menurut keterangan saksi, sebelum kejadian korban sempat berenang di bagian bawah air terjun. Tak lama kemudian, ia bersama beberapa rekannya naik ke tebing melalui jalur samping. Salah seorang teman korban telah mengingatkan agar tidak melompat karena kedalaman air yang cukup ekstrem.
Namun peringatan tersebut tidak diindahkan. Korban tetap melompat dengan posisi tubuh menghadap ke bawah dan setelah itu tidak terlihat lagi muncul ke permukaan air. Ujar Suristo. (her)








