SATUI TANAH BUMBU, kontak24.com – Ratusan Buruh Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Tanah Bumbu Melakukan Aksi unjuk rasa di depan Kantor Kesyahbandaran Pelabuhan (KSOP) Kelas III Satui.Dijalan Kuripan Beruntung Jaya Kecamatan Satui Tanah Bumbu (Kalse) Senin (25/08/25)
Aksi unjuk rasa para Buruh tersebut Koperasi menuding KSOP tidak netral serta mengabaikan kesepakatan tarif jasa Tenaga Kerja Bongkar Muat
(TKBM) yang sebelumnya telah disetujui bersama Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI).
Pernyataan itu disampaikan Ketua Koperasi TKBM Tanah Bumbu, Saparuddin, melalui Wakil Sekretaris M. Syahdan Banna, didampingi Ketua Bidang Hukum Induk Koperasi Bongkar Muat Pelabuhan, Basri Abbas, S.H., dalam konferensi pers di Kantor Koperasi TKBM, Desa Bersujud, Kecamatan Simpang Empat,
Menurut Syahdan, rapat bersama APBMI yang digelar di Kantor KSOP Satui berujung pada aksi walk out dari pihak koperasi. Alasannya, KSOP dianggap keluar dari substansi pembahasan.
“Seharusnya KSOP sebagai pengawas hanya membacakan hasil kesepakatan antara Koperasi dan APBMI, bukan membahas hal-hal lain di luar poin kesepakatan,” tegas Syahdan.
Sementara itu, Basri Abbas, S.H. menilai, pekerjaan bongkar muat dengan floating crane sudah jelas menjadi domain Koperasi TKBM berdasarkan aturan yang berlaku. “Jika KSOP berdiri tegak lurus pada regulasi, maka seharusnya mereka menegaskan apa yang telah disepakati, bukan malah keluar dari substansi pembahasan,” tegasnya.
Rencana aksi massa diprediksi akan semakin menguat jika KSOP tetap bergeming. Koperasi TKBM menyatakan siap mengerahkan anggotanya untuk menyuarakan penolakan secara terbuka.
Hingga berita ini diturunkan, pihak KSOP Satui belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Situasi di kawasan pelabuhan Satui pun diperkirakan akan memanas jika polemik ini tidak segera diselesaikan. (her)