Menu

Mode Gelap
Jawaban Diplomatis” PLN Tak Lagi Mempan di Hadapan DPRD Tanah Bumbu Pemkab Tanah Bumbu Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Fraksi DPRD Mengenai Raperda Pajak dan Retribusi BPK Stagen Sukses Gelar Lomba Ketangkasan Pemadam Junior se Kotabaru  Bupati Andi Rudi Latif Wujudkan Rumah Layak Huni bagi Warga Kersik Putih SMKS Muhammadiyah Al-Audah Satui Terima Dana Revitalisasi Rp1 Miliar Lebih dari Kemendikdasmen Respons Keluhan Warga, Komisi III DPRD Tanah Bumbu Sidak Operasional PT BIB

ADV.DPRD AGUSTUS 2026

Jawaban Diplomatis” PLN Tak Lagi Mempan di Hadapan DPRD Tanah Bumbu

badge-check


					Jawaban Diplomatis” PLN Tak Lagi Mempan di Hadapan DPRD Tanah Bumbu Perbesar

TANAH BUMBU, Kontak24com – Ruang rapat gabungan komisi DPRD Tanah Bumbu memanas pada Selasa (4/8/26). Jajaran wakil rakyat tak lagi bisa membendung kekecewaan terhadap PT PLN (Persero) ULP Batulicin. Bukan sekadar soal mati lampu, namun ketidakterbukaan PLN mengenai akar masalah pemadaman bergilir menjadi pemicu utama kemarahan dewan.
Wakil Ketua DPRD, Hasanuddin, dengan tegas meminta PLN berhenti bersembunyi di balik alasan normatif. “Jangan hanya memberikan jawaban diplomatis. Jika ada masalah pada pembangkit, sampaikan apa adanya agar kita bisa cari solusi bersama,” cetus politisi PKB tersebut.
Senada dengan itu, Ketua DPRD Andrean Atma Maulani mengungkapkan kekesalannya melalui pengalaman pribadi. Sebagai peternak, ia harus merugi setelah 1.300 ekor ayamnya mati akibat jeda waktu perpindahan listrik saat pemadaman, meski ia memiliki genset.
Baginya, transparansi mengenai kerusakan generator dan pasokan batu bara jauh lebih penting daripada janji-janji manis kapan listrik kembali normal.
Menanggapi cercaan tersebut, Manajer PLN ULP Batulicin, Azmi Muharam, akhirnya membeberkan bahwa krisis ini terjadi akibat gangguan generator di PLTU Asam-Asam serta kendala teknis di PLTU Gunung Mas dan PLTU Tanjung Power Indonesia.
PLN memprediksi pasokan listrik baru akan kembali stabil sepenuhnya pada 23 Agustus mendatang. Terkait ganti rugi, Azmi menyatakan kompensasi masih dalam tahap pembahasan sesuai regulasi Permen ESDM Nomor 27 Tahun 2017.
Ketua Komisi II, Andi Erwin Prasetya, menyoroti dampak ekonomi bagi masyarakat kecil. Ia mendorong PLN tidak hanya sekadar meminta maaf, tetapi menunjukkan kepedulian nyata dengan memberikan bantuan genset bagi pelaku UMKM yang terdampak serius. Selain itu, ia meminta jadwal pemadaman ditaati dengan konsisten agar warga bisa bersiap-siap.
Di sisi lain, Andi Asdar Wijaya dari Komisi III menegaskan bahwa masyarakat butuh kepastian, bukan ketidakpastian yang dibungkus bahasa teknis. “Kami butuh komitmen tegas, sampaikan kondisi yang sebenarnya,” ujarnya. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Respons Keluhan Warga, Komisi III DPRD Tanah Bumbu Sidak Operasional PT BIB

31 Juli 2026 - 11:10 WIB

Trending di ADV.DPRD AGUSTUS 2026