Menu

Mode Gelap
Kelurahan Kotabaru Hilir sehatkan warga, Gelar Jalan Sehat Rakercab ISNU Tanah Bumbu Gebrak Isu Pembangunan Kalsel. Heboh Kabar Rumah Sri Mulyani Menteri Keuangan Diduga Ikut Dijarah Masa. DPC PKB Kotabaru Hadiri Rakoor Wilayah LKK PKB Kabupaten/ Kota Se Kalsel. Sukses Pelaksanaan Fly Kotabaru Hebat 2025 Resmi Ditutup Sekdakab Kotabaru. Majelis Nurul’Ala Gelar Pengajian Rutin mingguan tema Adab Menuntut Ilmu: Tidak Berlebihan dalam Makan.

Kalimantan Selatan

Polda Kalsel Dalami Pengancaman Diduga Kadis Pendidikan Provinsi Kepada Ketua LSM.

badge-check


					Polda Kalsel Dalami Pengancaman Diduga Kadis Pendidikan Provinsi Kepada Ketua LSM. Perbesar

BANJARMASIN,, kontak24.com – mendalami laporan dugaan pengancaman oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kalsel Muhammadun alias Madun yang dilaporkan Aliansyah, koordinator aksi demo “copot Madun” pada Jumat (06/09/24) di Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru.

Memang betul kami baru saja menerima laporan soal itu, masih didalami,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Pol Erick Frendriz di Banjarmasin, Selasa.

Menurut dia, penyelidikan dilakukan apakah itu masuk ranah tindak pidana atau tidak.

Apalagi laporan yang diterima disebutkan jika informasi pengancaman melalui telepon, sehingga polisi harus membuktikan siapa penelponnya serta bukti-bukti lainnya.

“Jadi harus kita buktikan dulu, proses ini masih panjang,” jelasnya.
Aliansyah (kemeja putih) saat berada di Polda Kalsel membuat laporan polisi atas tindak pidana pengancaman yang menimpanya.

Sementara Aliansyah didampingi kuasa hukumnya Budi Khairannoor mendesak polisi memproses laporan pihaknya karena sudah jelas terjadi pengancaman yang membahayakan keselamatan jiwanya.

“Tidak elok seorang kepala dinas mengucapkan kata-kata pengancaman seperti itu, ini sudah tidak bermoral komunikasinya,” kata Budi ditemui di Polda Kalsel usai membuat laporan polisi.

Memperkuat laporannya, Aliansyah dan pengacaranya menyerahkan bukti rekaman suara pengancaman oleh Madun kepada dirinya.

Budi juga mengaku sudah melacak nomor telepon WhatsApp yang digunakan melakukan pengancaman yakni milik Sirajudin yang merupakan ajudan sang Kadisdikbud Kalsel.

Diketahui pengancaman itu buntut dari aksi demo yang dilakukan Aliansyah bersama gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menuntut Madun dicopot setelah mengusir Amalia Wahyuni, seorang guru honorer di sebuah SMK di Banjarbaru pada suatu acara rapat koordinasi guru sekolah menengah kejuruan (SMK) di sebuah hotel berbintang di Banjarmasin pekan lalu.

Amalia diusir keluar setelah menegur Madun yang merokok dan bersandal ketika memasuki ruangan acara.

Tak terima dirinya diusir, Amalia kemudian mengunggah video curhatnya berkaitan perilaku Madun di media sosial hingga video itupun viral mengundang beragam reaksi publik. *** (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kabar Gembira! Ada Pemutihan Pajak Kendaraan di Kalsel, Berlaku Agustus – Desember 2025.

18 Juli 2025 - 00:05 WIB

Pirunduk Legenda Mistik Banjar akan di angkat ke layar lebar.

11 Juni 2025 - 01:46 WIB

Kalsel Resmi Tambah 8 Kabupaten Setelah Dapat Persetujuan Pusat.

21 April 2025 - 03:40 WIB

Cek Wacana Pemekaran 2 Daerah Induk di Kalimantan Selatan, Muncul 3 Calon Kabupaten Baru

19 April 2025 - 23:10 WIB

Harga BBM di Kalsel Turun Drastis, Ini Harga Pertamax-Pertalite di SPBU Seluruh Provinsi Kalsel 8 April 2025

9 April 2025 - 02:31 WIB

Trending di Kalimantan Selatan