Menu

Mode Gelap
Gebrakan HUT Bhayangkara ke-80: Kapolres Tanah Bumbu Cup 2026 Siap Hadirkan Deretan Bintang Proliga Yonif TP 884/Saijaan Gelar Sosialisasi P4GN DanTes Urine , Hasil Personel Negatif Narkoba Bupati Andi Rudi Latif Lantik Kepala Dinas Perikanan Tanah Bumbu TPA Tanah Bumbu Terima 100 Ton Sampah per Hari, Pemkab Dorong Pemilahan dari Rumah Sejumlah Siswa Terpilih SDN Pondok Butun Ikuti OSN Matematika Dan IPA Tingkat Kabupaten Secara Daring Ribuan masyarakat Padati wisata Siring Laut Penutupan Ekspo Saijaan 2026 Bersama H.Rhoma Irama Soneta Group

Kalimantan Selatan

Polda Kalsel Dalami Pengancaman Diduga Kadis Pendidikan Provinsi Kepada Ketua LSM.

badge-check


					Polda Kalsel Dalami Pengancaman Diduga Kadis Pendidikan Provinsi Kepada Ketua LSM. Perbesar

BANJARMASIN,, kontak24.com – mendalami laporan dugaan pengancaman oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kalsel Muhammadun alias Madun yang dilaporkan Aliansyah, koordinator aksi demo “copot Madun” pada Jumat (06/09/24) di Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru.

Memang betul kami baru saja menerima laporan soal itu, masih didalami,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Pol Erick Frendriz di Banjarmasin, Selasa.

Menurut dia, penyelidikan dilakukan apakah itu masuk ranah tindak pidana atau tidak.

Apalagi laporan yang diterima disebutkan jika informasi pengancaman melalui telepon, sehingga polisi harus membuktikan siapa penelponnya serta bukti-bukti lainnya.

“Jadi harus kita buktikan dulu, proses ini masih panjang,” jelasnya.
Aliansyah (kemeja putih) saat berada di Polda Kalsel membuat laporan polisi atas tindak pidana pengancaman yang menimpanya.

Sementara Aliansyah didampingi kuasa hukumnya Budi Khairannoor mendesak polisi memproses laporan pihaknya karena sudah jelas terjadi pengancaman yang membahayakan keselamatan jiwanya.

“Tidak elok seorang kepala dinas mengucapkan kata-kata pengancaman seperti itu, ini sudah tidak bermoral komunikasinya,” kata Budi ditemui di Polda Kalsel usai membuat laporan polisi.

Memperkuat laporannya, Aliansyah dan pengacaranya menyerahkan bukti rekaman suara pengancaman oleh Madun kepada dirinya.

Budi juga mengaku sudah melacak nomor telepon WhatsApp yang digunakan melakukan pengancaman yakni milik Sirajudin yang merupakan ajudan sang Kadisdikbud Kalsel.

Diketahui pengancaman itu buntut dari aksi demo yang dilakukan Aliansyah bersama gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menuntut Madun dicopot setelah mengusir Amalia Wahyuni, seorang guru honorer di sebuah SMK di Banjarbaru pada suatu acara rapat koordinasi guru sekolah menengah kejuruan (SMK) di sebuah hotel berbintang di Banjarmasin pekan lalu.

Amalia diusir keluar setelah menegur Madun yang merokok dan bersandal ketika memasuki ruangan acara.

Tak terima dirinya diusir, Amalia kemudian mengunggah video curhatnya berkaitan perilaku Madun di media sosial hingga video itupun viral mengundang beragam reaksi publik. *** (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ferina Terpilih Sebagai Ketum Muaythai Indonesia Provensi Kalsel priode 2026 – 2030

15 Mei 2026 - 05:20 WIB

Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Muhidin Akan Berhentikan Kepala Dinas Yang Tidak Mampu Serap Anggaran.

13 November 2025 - 02:22 WIB

Komunitas Seli Kotabaru Ramaikan JamSeliNas XIV Banjarmasin 2025.

18 Oktober 2025 - 07:17 WIB

IKN Jadi Tuan Rumah Kalimantan Harley Davidson Nike waek 2025.

16 Oktober 2025 - 00:09 WIB

Ada Warga Lihat Helikopter Berasap Terbang Rendah Kata Gubernur Muhidin.

3 September 2025 - 02:25 WIB

Trending di Kalimantan Selatan