Menu

Mode Gelap
Pererat Silaturahmi, Guru Yanor Kelua Sambangi Majelis Nurul ‘Ala Gunung Tinggi dalam Suasana Penuh Keakraban. Gema Selawat dan Tausiyah Guru Yanor Kalua Getarkan Kelurahan Gunung Tinggi di Ajang MTQ XXII Batulicin. Polres Kotabaru Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla Tahun 2026 di Kelumpang Hilir Kejari Kotabaru Musnahkan Barang Bukti Yang Berkekuatan Hukum Maritim Mappanre Ritasie dalam rangka HUT ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu, Resmi Ditutup Ribuan Wisatawan Padati Puncak Pesona Budaya Mappanre Ri Tasi’e 2026, Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

DPRD Provinsi

Gubernur Kalsel Muhidin Targetkan Jembatan Pulau Laut Batulicin 3 Tahun Rampung

badge-check


					Gubernur Kalsel Muhidin Targetkan Jembatan Pulau Laut Batulicin  3 Tahun Rampung Perbesar

TANAH BUMBU, kontak24 – Megaproyek jembatan Pulau Laut kembali mencuat. Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menarget penghubung Batulicin-Kotabaru ini selesai tiga tahun mendatang.

“Kita targetkan rampung selama tiga tahun,” kata Muhidin saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, Jumat (03/12/25)

Megaproyek ini berlokasi di Tanjung Serdang Desa Salino, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kotabaru. Nantinya membentang sepanjang 3,75 kilometer.

Sampai hari ini, kata politikus PAN ini, proyek jembatan Pulau Laut terus dikerjakan, meski masa pengerjaan awal telah habis. Ia menarget tahap pengerjaan awal beres pada tahun depan.

“Sebenarnya sudah habis waktu maka denda hingga harus selesai sampai 50 hari,” jelasnya.

“Agar memudahkan mobilitas masyarakat Batulicin-Kotabaru,” jelasnya lagi.

Pengerjaan awal jembatan Pulau Laut meliputi pembangunan fondasi sepanjang 400 meter dari total 750 meter. Artinya masih tersisa 350 meter.

“Saya berharap ini bisa cepat selesai dengan target tiga tahun sudah bisa dinikmati masyarakat Kalsel,” tutur mantan wali kota Banjarmasin ini.

Untuk mempercepat pembangunan, Muhidin mengusulkan jembatan Batulicin-Kotabaru masuk dalam program strategis nasional (PSN).

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisal Nurofiq melihat jembatan Pulau Laut tak hanya strategis untuk masyarakat Kalsel tapi juga regional Kalimantan.

Kotabaru punya potensi menjadi pintu masuk dan keluar lalu lintas perdagangan pada masa mendatang. Apalagi seiring datangnya megaproyek ibu kota Nusantara di provinsi tetangga, Kalimantan Timur.

Apalagi ada pendangkalan perairan Sungai Barito di Pelabuhan Banjarmasin. Tentu butuh waktu untuk pengerukan sehingga keberadaan Jembatan Pulau Laut sangat diperlukan.

“Kalau sungai di Banjarmasin itu telah terlaporkan bahwa sedimentasi hampir 400 meter per kubik setiap hari,” jelas mantan Kepala Dinas Kehutanan Kalsel ini.

Pemprov Kalsel melalui PT. Ambapers, kata dia, telah melakukan pengerukan sekitar 100 ton per hari. Artinya masih tersisa 300 ton per kubik. Maka jembatan Pulau Laut potensial sebagai alternatif. Sebab memiliki kedalaman air yang cukup menampung kapal industri.

“Kita bisa membayangkan Jembatan Pulau Laut terealisasi maka pintu masuk dan keluar terjadi di sini. Bahkan, Pemprov Kalsel telah mendesain sedemikian rupa tinggal eksekusi,” ungkap Hanif.

Pemprov Kalsel telah menganggarkan Rp200 miliar dari sisi Batulicin dan Rp300 miliar dari sisi Kotabaru. Pada 2025, Pemprov Kalsel menganggarkan Rp300 miliar dari sisi Batulicin dan Rp450 miliar dari sisi Kotabaru.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan M Yasin Toyib menjelaskan pembiayaan megaproyek Jembatan Pulau Laut akan diambil pemerintah pusat.

“Total Rp1,2 triliun, sedangkan anggaran yang diperlukan Rp5,9 triliun, sehingga masih dibutuhkan sekitar Rp4,7 triliun,” ungkap Yasin.

Sejatinya, kata Yasin, pembangunan Jembatan Pulau Laut dapat dikerjakan selama dua tahun. Namun karena pertimbangan anggaran, rencana pembangunan menjadi tiga tahun.

“Insyaallah Jembatan Pulau akan selesai dan dapat dinikmati masyarakat pada 2029 dengan kawasan menjadi pelabuhan besar,” ungkap Yasin.

Diketahui ada tujuh jembatan terpanjang di Indonesia. Yang pertama adalah jembatan Suramadu. Membentang sepanjang 5.438 meter sebagai penghubung pulau Jawa dan Madura, jembatan ini menghabiskan biaya Rp4,5 triliun.

Selanjutnya adalah jembatan Pasupati sepanjang 2.800 meter, jembatan Barelang (2.264 m) hingga jembatan Merah Putih (1.140 m).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin Beri Ucapan Selamat HUT Tanah Bumbu ke-23.

8 April 2026 - 01:44 WIB

Tanah Kambatang Lima Menuju Paripurna DPRD, Bang Dhin Sambut Baik Langkah Gubernur Kalsel.

1 April 2026 - 02:11 WIB

Jalan Kersik putih Kini Mulus, “Bang Dhin Minta Penanganan Kerusakan Tak Tunggu Parah.

3 Maret 2026 - 07:48 WIB

Bang Dhin Desak Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Kualitas Pendidikan Jadi Korban

28 Februari 2026 - 04:42 WIB

DPRD Kalsel Respons Kerusakan SMKN 2 Satui, Perbaikan Segera Dilakukan Melalui Anggaran Reaksi Cepat.

27 Februari 2026 - 07:26 WIB

Trending di DPRD Provinsi