Menu

Mode Gelap
Raja Dangdut H. Rhoma Irama Bakal Meriahkan Pesta Pantai Di Pagatan. Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif Mengapresiasi Masukan DPRD Dan Menyebut Seluruh Rekomendasi Akan Dijadikan Referensi. Akibat Pompa SPBU Bermasalah Puluhan Mobil Dan Motor Roda Dua Mengantri Panjang. nggota DPRD Tanbu Abdul Rahim, Mengatakan wilayah tersebut belum “merdeka Ketua Komisi III DPRD Tanah Bumbu, Andi Asdar Wijaya, Seharusnya distribusi sudah berjalan normal Tapi Faktanya Masih Langka. Cegah Abrasi di Pesisir Pagatan, Bupati Andi Rudi Latif Bersama Kaka Slank Tanam Ribuan Mangrove

DPRD Provinsi

Bang Dhin Desak Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Kualitas Pendidikan Jadi Korban

badge-check


					Bang Dhin Desak Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Kualitas Pendidikan Jadi Korban Perbesar

BANJARMASIN, Kontak24.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digadang-gadang sebagai salah satu kebijakan andalan pemerintahan Prabowo Subianto untuk memperbaiki kualitas gizi anak Indonesia. Namun di balik semangat mulianya, pelaksanaan program ini mulai menuai catatan kritis dari daerah.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin atau yang akrab disapa Bang Dhin, menilai program sebesar MBG tak cukup hanya bertumpu pada niat baik. Menurutnya, kebijakan publik harus diuji secara rasional: tepat sasaran, berkelanjutan secara fiskal, dan tidak menimbulkan efek samping bagi sektor lain—terutama pendidikan.

“Kalau anggaran pendidikan terserap besar untuk makan gratis, kita harus jujur. Apa dampaknya terhadap kualitas guru, infrastruktur sekolah, dan mutu pembelajaran?” ujarnya tegas.

Sepertiga Anggaran untuk Konsumsi

Data APBN 2026 menunjukkan anggaran pendidikan mencapai sekitar Rp 769 triliun. Dari angka tersebut, Rp 223,5 triliun dialokasikan untuk MBG. Artinya, hampir sepertiga dana pendidikan habis untuk pembiayaan konsumsi harian siswa.

Bagi Bang Dhin, fakta ini perlu disikapi hati-hati.

Istilah “gratis”, kata dia, seringkali menimbulkan persepsi keliru di publik. Padahal, biaya program tetap dibayar masyarakat melalui pajak dan diambil dari ruang fiskal pendidikan.

“Gratis itu bukan tanpa biaya. Uangnya dari anggaran pendidikan juga. Maka transparansi dan akuntabilitas wajib dibuka ke publik,” jelasnya.

Masalah Kualitas di Lapangan

Tak hanya soal anggaran, pelaksanaan teknis MBG juga menjadi sorotan. DPRD Kalsel menerima sejumlah laporan terkait kualitas makanan yang tidak layak konsumsi, standar kebersihan yang rendah, hingga dugaan kasus keracunan di beberapa daerah.

Menurut Bang Dhin, kondisi ini ironis.

Program yang bertujuan meningkatkan kesehatan justru berpotensi menghadirkan risiko baru jika pengawasan longgar.

“Standar gizi, keamanan pangan, sampai distribusi harus diawasi ketat. Libatkan ahli, jangan asal jalan,” katanya.

Tak Semua Daerah Butuh Pendekatan Seragam

Ia juga mengkritik pendekatan kebijakan yang seragam di seluruh Indonesia. Menurutnya, kondisi tiap daerah berbeda. Ada wilayah yang lebih mendesak butuh perbaikan ruang kelas, ada yang kekurangan guru, ada pula yang memang menghadapi kerawanan pangan.

Karena itu, MBG seharusnya berbasis data dan kebutuhan spesifik daerah, bukan dipukul rata.

“Jangan semua diperlakukan sama. Kebijakan nasional tetap harus sensitif terhadap realitas lokal,” tegasnya.

Dorong Evaluasi Total

Sebagai langkah konstruktif, DPRD Kalsel mendorong pemerintah pusat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program ini: audit efektivitas, audit anggaran, hingga kajian keberlanjutan fiskal jangka menengah. Bahkan, opsi redesign kebijakan dinilai perlu jika hasilnya menunjukkan ketidakefisienan.

Bagi Bang Dhin, evaluasi bukan bentuk penolakan.

Sebaliknya, itu adalah cara memastikan program benar-benar memberi manfaat maksimal tanpa mengorbankan kualitas pendidikan generasi mendatang.

“Keberanian mengevaluasi itu penting. Niat baik harus diiringi kebijakan yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan,” tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin Beri Ucapan Selamat HUT Tanah Bumbu ke-23.

8 April 2026 - 01:44 WIB

Tanah Kambatang Lima Menuju Paripurna DPRD, Bang Dhin Sambut Baik Langkah Gubernur Kalsel.

1 April 2026 - 02:11 WIB

Jalan Kersik putih Kini Mulus, “Bang Dhin Minta Penanganan Kerusakan Tak Tunggu Parah.

3 Maret 2026 - 07:48 WIB

DPRD Kalsel Respons Kerusakan SMKN 2 Satui, Perbaikan Segera Dilakukan Melalui Anggaran Reaksi Cepat.

27 Februari 2026 - 07:26 WIB

DPRD Kalsel Baru Jadwalkan Cek Depo Pertamina Terkait Pertamax Kosong di SPBU-SPBU,

28 November 2025 - 23:26 WIB

Trending di DPRD Provinsi