Menu

Mode Gelap
Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu H. Hasanuddin dan Berbagai Tokoh Sampaikan Belasungkawa Kepergian Alm.Yazidie Fauzi Meninggalkan Duka Mendalam Bupati Andi Rudi Latif Pimpin Tasyakuran Sertifikat CASR 172 dan Resmikan Waroeng Aksi Merah Putih di Bandara Bersujud Safari Ramadan 1447 H, Bupati Andi Rudi Latif Buka Puasa Bersama Warga Binaan Lapas Kelas III Batulicin Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Rencana 2027 Tingkat Kecamatan Simpang Empat. Bupati Andi Rudi Latif Tekankan Program Bermanfaat bagi Masyarakat Polres Tanah Bumbu Dukung Pembangunan Jembatan di Kelurahan Tungkaran Pangeran Kecamatan Simpang Empat.

UJUK RASA DAMAI

Ratusan Buruh Koperasi TKBM Tanah Bumbu Gelar Unjuk Rasa Damai, Depan Kantor Pelabuhan KSOP Kelas III Satui. Tuduh KSOP Tidak Netral.

badge-check


					Ratusan Buruh Koperasi TKBM Tanah Bumbu  Gelar Unjuk Rasa Damai, Depan Kantor Pelabuhan KSOP Kelas III Satui. Tuduh KSOP  Tidak Netral. Perbesar

SATUI TANAH BUMBU, kontak24.com – Ratusan Buruh Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Tanah Bumbu Melakukan Aksi unjuk rasa di depan Kantor Kesyahbandaran Pelabuhan (KSOP) Kelas III Satui.Dijalan Kuripan Beruntung Jaya Kecamatan  Satui Tanah Bumbu (Kalse) Senin (25/08/25)

Aksi unjuk rasa para Buruh tersebut Koperasi menuding KSOP tidak netral serta mengabaikan kesepakatan tarif jasa Tenaga Kerja Bongkar Muat
(TKBM) yang sebelumnya telah disetujui bersama Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI).

Pernyataan itu disampaikan Ketua Koperasi TKBM Tanah Bumbu, Saparuddin, melalui Wakil Sekretaris M. Syahdan Banna, didampingi Ketua Bidang Hukum Induk Koperasi Bongkar Muat Pelabuhan, Basri Abbas, S.H., dalam konferensi pers di Kantor Koperasi TKBM, Desa Bersujud, Kecamatan Simpang Empat,

Menurut Syahdan, rapat bersama APBMI yang digelar di Kantor KSOP Satui berujung pada aksi walk out dari pihak koperasi. Alasannya, KSOP dianggap keluar dari substansi pembahasan.

“Seharusnya KSOP sebagai pengawas hanya membacakan hasil kesepakatan antara Koperasi dan APBMI, bukan membahas hal-hal lain di luar poin kesepakatan,” tegas Syahdan.

Sementara itu, Basri Abbas, S.H. menilai, pekerjaan bongkar muat dengan floating crane sudah jelas menjadi domain Koperasi TKBM berdasarkan aturan yang berlaku. “Jika KSOP berdiri tegak lurus pada regulasi, maka seharusnya mereka menegaskan apa yang telah disepakati, bukan malah keluar dari substansi pembahasan,” tegasnya.

Rencana aksi massa diprediksi akan semakin menguat jika KSOP tetap bergeming. Koperasi TKBM menyatakan siap mengerahkan anggotanya untuk menyuarakan penolakan secara terbuka.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KSOP Satui belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Situasi di kawasan pelabuhan Satui pun diperkirakan akan memanas jika polemik ini tidak segera diselesaikan. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *