TANAH BUMBU, Kontak24.com – Semangat belajar siswa di SDN Pondok Butun, Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, (Kalsel) tengah diuji. Meski gedung sekolah mereka tergolong baru, fasilitas di dalamnya masih jauh dari kata memadai.
Dua ruang kelas di sekolah tersebut dilaporkan kosong melompong tanpa meja dan kursi (meubeler).
Kondisi ini memaksa puluhan siswa harus beradaptasi dengan cara yang tak biasa, belajar di lantai menggunakan meja lipat yang dibawa sendiri dari rumah.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Dwi Teguh Effendi
Disampaikan oleh Kepala SDN Pondok Butun Johansyah, mengatakan bahwa gedung yang selesai dibangun pada tahun 2024 ini sedianya menjadi harapan baru bagi kenyamanan belajar siswa.
Namun, karena tidak dibarengi dengan penyediaan sarana pendukung, proses belajar mengajar menjadi sedikit terganggu.
Karena ketiadaan kursi, satu ruang kelas bahkan tidak dapat difungsikan secara maksimal.
Kelas 5B yang terdiri dari 35 siswa menjadi salah satu rombongan belajar yang terdampak langsung.

Kepala Sekolah SDN Pondok Butun Johan Hendri
“Itu kelas kelas 5 B itu jumlah siswanya sebanyak 35 orang, ada lagi satu kelas yang juga terisi mejanya. Bangunan ini dibangun tahun 2024 tanpa meja kursi,” katanya, Rabu (17/12/25).
Agar tetap bisa menulis dengan layak, para siswa membawa meja lipat kecil dari rumah masing-masing agar tidak perlu membungkuk terlalu dalam di lantai.
Pihak sekolah mengaku kerap menerima pertanyaan dan protes dari orang tua murid yang mengkhawatirkan kenyamanan serta kesehatan punggung anak-anak mereka.

Para siswa siswi belajar dilantai tanpa meja kursi.
Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah memastikan telah mengajukan usulan ke dinas terkait.
Menanggapi situasi ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu memberikan titik terang. Sekretaris Dinas Pendidikan, Dwi Teguh Effendi, mengonfirmasi bahwa pengadaan meja dan kursi untuk SDN Pondok Butun sudah rampung.
“Saat ini prosesnya tinggal distribusi ke sekolah-sekolah. Khusus SDN Pondok Butun, mereka akan mendapatkan 56 set meja dan kursi baru,” ungkap Dwi Teguh.
Kabar melegakan bagi para orang tua dan siswa adalah target distribusinya. Dinas Pendidikan menjamin bahwa fasilitas tersebut akan sampai di lokasi sebelum pergantian tahun.
Dengan demikian, diharapkan pada semester baru mendatang, para siswa tidak perlu lagi membawa meja lipat dan bisa belajar dengan fasilitas yang lebih manusiawi. (her)








