KAL-SEL, Kontak24.com – Warga Anjir KM 20 dikejutkan dengan dugaan tindak pencurian bermodus menyamar sebagai tokoh agama. Peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari Selasa tanggal 10 februari 2026 lalu sekitar pukul 09.00 Wita saat kondisi cuaca sedang hujan gerimis.
Berdasarkan keterangan keluarga korban, dua orang tak dikenal, masing-masing seorang pria dan seorang wanita, datang ke rumah korban dengan mengaku sebagai habib. Mereka beralasan ingin berteduh karena hujan sekaligus menumpang salat dan bersilaturahmi.
Saat kejadian, korban berada seorang diri di rumah. Karena merasa tidak enak menolak, korban mempersilakan keduanya masuk. Namun, tidak lama kemudian korban mulai merasa curiga terhadap gerak-gerik tamu tersebut dan sempat menghubungi keluarganya untuk meminta ditemani.
Menurut penuturan keluarga, tamu pria terlihat beberapa kali berada sangat dekat dengan korban yang sedang memasak, sementara tamu wanita tampak mondar-mandir dengan gelisah. Setelah sempat menyantap hidangan yang disediakan, keduanya berpamitan untuk pergi.
Korban kemudian berniat memberikan sejumlah uang kepada tamu wanita. Saat masuk ke kamar untuk mengambil uang, situasi masih terlihat normal. Namun ketika kembali ke ruang depan, korban mendapati uang yang sebelumnya ada sudah tidak ditemukan. Pada saat bersamaan, kedua tamu tersebut sudah bersiap meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan.
Keluarga korban sempat berusaha mengejar dan menarik tas milik terduga pelaku hingga terjadi aksi saling tarik. Korban juga mengaku sempat mendapat perlakuan kasar saat mencoba mempertahankan tas tersebut. Meski sempat terjatuh dari kendaraan, kedua orang itu berhasil melarikan diri memanfaatkan situasi jalan yang sepi dan cuaca gerimis.
Setelah kejadian, korban menyadari tidak hanya uang tunai sekitar Rp6 juta yang hilang, tetapi juga sejumlah perhiasan emas dan berlian dengan nilai ditaksir mencapai kurang lebih Rp100 juta. Total kerugian diperkirakan lebih dari Rp100 juta.
Pihak keluarga berharap masyarakat lebih waspada terhadap orang tak dikenal yang datang dengan berbagai modus, terlebih dengan memanfaatkan identitas tertentu untuk memperoleh kepercayaan. Kasus ini dikabarkan telah dilaporkan kepada pihak berwajib untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (her)








