TANAH BUMBU, Kontak24 com –
Setelah Pasca demonstrasi , warga di Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, pada Senin, (5 /1/ 26 ) kemarin, yang menuntut penghentian aktivitas tambang emas yang menggunakan alat berat ekskavator dan diduga kuat merusak lingkungan, anggota DPRD Kotabaru dari Fraksi Golkar, Syahrani Andai ( Dapil 4 ) akhirnya angkat bicara.
Terkait gejolak yang di Kecamatan Hampang, Syahrani memang belum mendapat laporan secara langsung baik lewat telp atau pesan WhatsApp dari masyarakat.
“Memang belum ada informasi atau pengaduan langsung, kami hanya mendengar lewat pemberitaan di media online dan elektronik terkait angin masa tersebut, ” ucapnya , Senin (12/1/26) di Gedung DPRD Kotabaru.
lebih lanjut dirinya akan membawa persoalan ini ke pimpinan dewan (ketua DPRD) untuk menindaklanjuti keluhan warga Hampang.
“Soal dugaan pencemaran dan kerusakan lingkungan akibat pertambangan, yang memicu aksi unjuk rasa damai warga hampang ini, saya segera komunikasikan ke ketua dewan. Terkait langkah selanjutnya lembaga DPRD, biar pimpinan dewan yang akan memutuskan,” ujarnya
Mengakhiri ucapannya Syahrani mengatakan bahwa jika memang kegiatan pertambangan pertambangan tersebut tidak memiliki izin dan merugikan masyarakat karena mencemari sungai maka sebaiknya segera di tertibkan.
“Kami berharap persoalan pertambangan ini segera mendapat solusi terbaik,” tutupnya. (AA)








