KOTABARU, Kontak24com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru mengikuti pelatihan pemilahan dan pengolahan sampah yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotabaru, bertempat di Aula Lapas Kotabaru. Rabu ( 11/2/26)
Kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan pengelolaan sampah terpadu berbasis pemilahan serta penguatan konsep waste to value di lingkungan Lapas.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Pelaksana Harian (Plh) Kepala Lapas Kotabaru, Agus Rahmad Ramdhoni. Dalam sambutannya, ia menyampaikan komitmen Lapas Kotabaru dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari pemilahan yang tepat. Konsep waste to value diharapkan dapat memberikan manfaat nyata, baik dari sisi kebersihan maupun nilai tambah yang dihasilkan,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotabaru, Ibu Hj Melinda Ratna Agustina, S.STP., M.IP, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab seluruh elemen sesuai amanah undang-undang. Ia menekankan pentingnya perubahan mindset melalui pemilahan sejak dari sumbernya serta optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) agar sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hanya residu.
“Kami hadir bukan semata untuk mengangkut sampah, tetapi untuk memberikan pembelajaran dan mendorong masyarakat agar mampu mengelola sampahnya sendiri secara berkelanjutan,” tegasnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan praktik langsung pembuatan pupuk kompos dari sampah organik. Peserta diberikan pemahaman mengenai proses pemilahan, pencacahan, pencampuran bahan, hingga teknik fermentasi yang tepat agar menghasilkan kompos yang berkualitas dan siap dimanfaatkan.
Salah satu Warga Binaan, S, mengaku pelatihan tersebut memberikan wawasan baru baginya.
“Kami jadi lebih memahami pentingnya memilah sampah sejak awal dan ternyata sampah organik bisa diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat. Ilmu ini sangat berguna dan bisa kami terapkan,” ungkapnya.
Melalui pelatihan yang disertai praktik ini, Lapas Kotabaru semakin memperkuat komitmen dalam mewujudkan pengelolaan sampah terpadu yang berkelanjutan, produktif, dan bernilai guna. (AA)








