TANAH BUMBU, Kontak24com — Nuansa patriotisme begitu kental terasa di lingkungan SD Negeri Pondok Butun, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, pada Rabu (28/10/26) pagi.

Demi menyemarakkan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, para murid dengan penuh percaya diri memperagakan beragam busana pahlawan nasional hingga pakaian adat tradisional dari berbagai penjuru tanah air.

Kemeriahan tersebut dikemas melalui ajang lomba busana terbaik yang mengusung tema:
“Semangat Kepemudaan Tanah Bumbu Maju”.
Agenda yang melibatkan seluruh siswa dari kelas satu hingga kelas enam ini mengemban misi penting: menanamkan jiwa nasionalisme serta nilai-nilai perjuangan sejak usia dini.

Rangkaian acara dimulai dengan upacara singkat, yang kemudian dilanjutkan dengan pawai berbaris mengelilingi lapangan sepak bola Kelurahan Gunung Tinggi sebelum para peserta kembali ke halaman sekolah.

Pemandangan menarik terlihat dari ragam kostum yang dikenakan para siswa. Sebagian murid tampil berwibawa mengenakan sorban layaknya Pangeran Diponegoro dan Tuanku Imam Bonjol. Siswi lainnya tampak anggun berkebaya cerah menyerupai R.A. Kartini, serta ada pula yang mengenakan busana pejuang Aceh, Cut Nyak Dien.

Tak hanya tokoh pahlawan, sejumlah anak juga mengenakan seragam profesi pengisi kemerdekaan, mulai dari pilot, aparat TNI-Polri, wartawan, hingga setelan pejabat negara. Warna-warni nusantara kian lengkap dengan kehadiran busana adat suku Banjar, Bugis, Batak, dan Jawa, yang beberapa di antaranya dipadukan apik dengan sentuhan modern sebagai cerminan dinamika keberagaman Indonesia.

Abdul Rahman, M. Pd. salah seorang guru di SDN Pondok Butun, menyampaikan bahwa perlombaan ini diikuti serentak oleh perwakilan kelas 1 sampai kelas 6.
Ia menekankan bahwa perayaan ini bukan sekadar ajang unjuk penampilan atau hiburan semata, melainkan momentum edukasi agar anak-anak dapat menyerap nilai perjuangan masa lalu.

“Karena bertepatan dengan momentum bersejarah, mereka mengenakan pakaian para pahlawan seperti Ibu Kartini, Imam Bonjol, dan tokoh lainnya,” jelas Abdul Rahman.
Melalui kegiatan ini, ia menaruhharapan besar agar para siswa dapat meneladani kegigihan para pendahulu serta tumbuh menjadi generasi penerus yang mencintai tanah airnya. (her)