TANAH BUMBU, Kontak24com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Kabupaten Tanah Bumbu menjadi sorotan DPRD setempat. Tidak hanya solar subsidi, BBM non-subsidi jenis Dexlite juga dilaporkan sulit ditemukan di sejumlah SPBU.
Ketua Komisi III DPRD Tanah Bumbu, Andi Asdar Wijaya, menyampaikan hal tersebut saat kunjungan kerja ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (14/4/2026).
“Seharusnya distribusi sudah berjalan normal. Tapi faktanya solar subsidi langka, Dexlite yang non-subsidi juga langka. Kalau keduanya sulit didapat, masyarakat mau pakai apa?” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi di lapangan, di mana sejumlah SPBU disebut hanya melayani penjualan dalam waktu singkat, bahkan untuk jenis Dexlite pun tidak selalu tersedia.
Selain kelangkaan, DPRD juga menyoroti harga solar subsidi di tingkat pengecer yang dilaporkan mencapai sekitar Rp16.000 per liter.
“Padahal itu BBM subsidi. Kok bisa dijual melampaui harga non-subsidi bahkan mendekati harga industri,” tegasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan penjelasan dari bidang yang membidangi BBM di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Selatan, hingga saat ini tidak ada pengurangan kuota BBM yang disalurkan dari PT Pertamina (Persero) ke SPBU.
Hal tersebut justru menimbulkan pertanyaan terkait distribusi BBM di lapangan.
“Kalau kuota tidak berkurang, lalu ke mana Dexlite non-subsidi ini? Sebab di lapangan masyarakat justru merasakan kelangkaan,” katanya.
Komisi III DPRD Tanah Bumbu pun meminta pemerintah bersama pihak terkait memperketat pengawasan distribusi BBM agar masyarakat tidak terus dirugikan akibat kelangkaan tersebut.








