Menu

Mode Gelap
Musim Angin Tenggara Tiba, “Hujan” Debu Batu Bara Hantui Warga Desa Mekar Jaya Angsana BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Bekali 20 Ahli Waris Lewat Program PEKA Puja Mandela Rilis “Batulicin”, Lagu tentang Kenangan dan Kota yang Terus Tumbuh Bappedalitbang Tanah Bumbu Matangkan Indeks Kesalehan Sosial untuk Mendukung Pembangunan Daerah yang Maju, Makmur, dan Beradab Bersama DPC PKB se Indonesia Masa Bakti 2026 -2031 DPRD Kalsel dan DPRD Tanbu Kawal Pengembangan 1.100 Hektare Kawasan Kelapa di Tanah Bumbu

Headline

Musim Angin Tenggara Tiba, “Hujan” Debu Batu Bara Hantui Warga Desa Mekar Jaya Angsana

badge-check


					Musim Angin Tenggara Tiba, “Hujan” Debu Batu Bara Hantui Warga Desa Mekar Jaya Angsana Perbesar

ANGSANA, Kontak24com – Warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Angsana, kembali mengeluhkan polusi debu batu bara yang kian pekat menyelimuti pemukiman mereka. Debu hitam yang diduga kuat berasal dari aktivitas conveyor batu bara salah satu Perusahaan di sekitar wilayah pantai Bunati, kini debu telah masuk ke rumah-rumah warga hingga fasilitas umum.

Kondisi ini dilaporkan semakin parah saat memasuki musim angin tenggara, di mana hembusan angin membawa material debu halus terbang bebas ke arah pemukiman, sekolah, hingga tempat peribadatan.
Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah adalah Masjid Baitulmuttaqin, yang kini harus dibersihkan ekstra setiap harinya karena debu hitam yang terus menempel.
Salah seorang warga Desa Mekar Jaya yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap kondisi yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini. Menurutnya, upaya warga untuk menjaga kebersihan rumah seolah sia-sia.
“Teras baru saja selesai disapu, tidak lama debu hitam itu datang lagi. Masalah ini sudah lama terjadi dan sampai sekarang belum ada solusi konkret, terutama saat angin tenggara bertiup kencang,” keluhnya kepada media, Jumat (24/07/26).
Ia menambahkan bahwa warga merasa bingung harus mengadu ke mana lagi. Keberadaan debu ini tidak hanya mengotori fisik bangunan, tetapi juga mengancam kesehatan pernapasan anak-anak di sekolah dan jamaah yang beribadah.
“Entah dari mana datangnya sekawanan debu hitam ini menyambangi rumah-rumah warga serta fasilitas umum, sekolah, dan tempat ibadah. Kami selaku warga Desa Mekar Jaya, kemana harus mengadu?” tuturnya dengan nada kecewa.
Lebih lanjut, warga tersebut menekankan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi dari sektor pertambangan sangat penting bagi daerah, namun aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat tidak boleh diabaikan begitu saja.
Ia menilai ada ketidakseimbangan antara aktivitas industri dengan pengelolaan dampak lingkungan yang dihasilkan.
“Pertumbuhan ekonomi sangatlah penting, tetapi aspek lingkungan sehat juga tentunya tidak boleh diabaikan. Polusi udara sangat luar biasa di kala angin tenggara, biasanya antara bulan Juni sampai September. Saat ini, harapan terakhir kami hanyalah hujan, karena hanya itu yang bisa meredam debu,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap pihak perusahaan terkait dan instansi pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), segera turun tangan untuk melakukan pengecekan di lapangan dan memberikan solusi teknis agar paparan debu dari conveyor tersebut tidak lagi merugikan masyarakat luas. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gagal Berangkat, 41 Calon Jemaah Umrah HST Tuntut Pengembalian Dana Rp1,1 Miliar

22 Juli 2026 - 03:21 WIB

Kabar Pocong keliling Gegerkan Medsos Warga Tanah Bumbu Mulai Resah

28 Mei 2026 - 13:52 WIB

Diduga Bermodus Sebagai Habib, Pasangan Pria dan Wanita Bercadar Gasak Uang serta Perhiasan di Anjir KM 20

13 Februari 2026 - 01:35 WIB

Seusai Ketahuan Menyamar, Nisa Kini Dapat Tawaran Pendidikan Pramugari Secara Gratis.

14 Januari 2026 - 09:51 WIB

Hanya Ingin Menyenangkan Hati Orang Tua Nekat Memakai Atribut Pramugari.

12 Januari 2026 - 01:42 WIB

Trending di Headline