KOTABARU, Kontak24.com – Pemerintah Daerah melalui Badan Penggulangan Bencana Daerah kabupaten kotabaru menggelar Apel Hari Kesiagaan Bencana 2026 yang di hadiri wakil Bupati Syairi Mukhlis .S.sos, mewakili Bupati Kotabaru sekaligus bertindak sebagai Insfektur Upacara ,bertempat di Halaman Wisata Siring Laut Kotabaru , Rabu ( 6/5/26) pagi .
Adapun apel ini bertema ” Meningkatkan kesiagaaan nasional menghadapi El Nino Ekstrim melalui kekuatan mitigasi kewaspadaan dini, dan Ketangguhan masyarakat menuju Kotabaru Hebat ‘,
Kegiatan ini juga di hadiri perwakilan Frokopimda,SKPD , Para Camat ,BMKG kotabaru , Intansi terkait ,BPBD Tanah Bumbu , perwakilan perusahaan di kotabaru . Sedangkan peserta apel terdiri unsur TNI ,Polri , BPBD Kotabaru, BPBD Tanah bumbu, Satpol PP dan Damkar, Dishub, Dinas Kehutanan , Pramuka ,Mahasiswa,Pelajar.
rangkaian acara mulai dari penyusunan barisan, kedatangan pimpinan apel, penghormatan pasukan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pemeriksaan pasukan, hingga pembunyian sirine kebencanaan sebagai penanda peringatan nasional.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengungkapkan bahwa tahun 2026 diperkirakan akan dipengaruhi fenomena El Nino yang berpotensi memicu musim kemarau lebih awal dan berkepanjangan. Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko terjadinya kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
Ia menekankan bahwa upaya penanggulangan bencana tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.
“Kesadaran dan kesiapan masyarakat menjadi kunci dalam meminimalkan dampak bencana,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Kotabaru turut memperkenalkan aplikasi Si Harapan Ceria (Sistem Informasi Hitung Cepat Kerusakan dan Kerugian Pascabencana). Aplikasi ini berfungsi untuk mempercepat proses identifikasi dampak bencana, mulai dari pendataan kerusakan hingga penyusunan langkah pemulihan.
Data yang dihasilkan dari aplikasi ini akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sekaligus membantu pemerintah dalam menentukan kebijakan pemulihan di berbagai sektor.
Dengan adanya inovasi tersebut, BPBD Kabupaten Kotabaru diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanganan bencana secara lebih terstruktur dan responsif. (AA)








