Menu

Mode Gelap
Tanah Bumbu Masuk 39 Daerah Ikuti Validasi Hasil Pengukuran IPKD Forum Konsultasi Publik Disdik Tanbu, Bahas Berbagai Persoalan Pendidikan Perpustakaan Keliling Meriahkan Penilaian PAAREDI di Mantewe, Bunda Literasi Tanah Bumbu Dorong Budaya Baca Sejak Dini Bupati Andi Rudi Latif Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke 21 Kecamatan Simpang Empat “Alhamdulillah”. Muhammad Agasta Azhar, Siswa SDN Pondok Butun Pertahankan Prestasi Juara 1 Sejak Kelas 1 hingga Naik ke Kelas 6 Kapolri Mutasi 19 Perwira Polda Kalsel, Kapolresta Banjarmasin hingga Kapolres Batola Berganti

Advertorial

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia

badge-check


					Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia Perbesar

INDONESIA,  kontak24 –  Nilai Nukar rupiah kembali tertekan dan dibuka melemah signifikan pada awal perdagangan Senin (07/04.25). Rupiah dibuka di level Rp16.898 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 1,47 persen dibanding penutupan perdagangan Jumat (4/4) di level Rp16.653 per dolar AS. Dikutip (Gema Pos)

Pelemahan ini menjadi yang terdalam dalam sejarah perdagangan rupiah dan menjadikannya sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan Asia pagi ini.

Hingga pukul 09.00 WIB, mayoritas mata uang Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Rupiah menjadi yang paling terpukul, disusul oleh dolar Taiwan yang turun 0,76 persen, ringgit Malaysia melemah 0,75 persen, dan peso Filipina yang terkoreksi 0,74 persen. Adapun won Korea Selatan terdepresiasi 0,51 persen, sementara baht Thailand melemah 0,49 persen.

Dolar Singapura tercatat melemah tipis 0,07 persen terhadap dolar AS.

Berbeda dari mayoritas mata uang Asia, yen Jepang justru mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan sebesar 0,49 persen terhadap dolar AS. Selain itu, dolar Hongkong juga mengalami penguatan tipis sebesar 0,04 persen.

Pelemahan tajam rupiah ini dipengaruhi oleh sentimen global yang masih penuh ketidakpastian, termasuk kekhawatiran terhadap arah kebijakan suku bunga AS serta tekanan geopolitik yang kian meningkat.

Pelaku pasar kini menantikan langkah-langkah lanjutan dari Bank Indonesia untuk merespons volatilitas tinggi pada pasar mata uang.  (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wujudkan Semangat Berbagi, Majelis Taklim Nurul A’la Potong Hewan Kurban Hasil Tabungan Jemaah pada Idul Adha 1447 H Tahun 2026

28 Mei 2026 - 06:18 WIB

Akibat Pompa SPBU Bermasalah Puluhan Mobil Dan Motor Roda Dua Mengantri Panjang.

15 April 2026 - 07:00 WIB

Jelang Lebaran, Penumpang Kapal Batulicin Tanjung Serdang Masih Sepi

16 Maret 2026 - 08:27 WIB

Polda Kalsel Siagakan 1.200 Personel Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi.

6 November 2025 - 11:11 WIB

Sekdakab kotabaru Hadiri Pembukaan PORPROV XII Tanah Laut 2025.

2 November 2025 - 07:01 WIB

Trending di Advertorial