Menu

Mode Gelap
Winarto Hendra resmi pimpin Muaythai Kotabaru 2026-2030, target lahirkan atlet berprestasi DPRD Tanah Bumbu Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Raperda Perubahan Atas Perda BPD Nomor 11 Tahun 2018 Sambut Hari Bhayangkara ke-80 Turnamen Bulu Tangkis Kapolres Cup. Resmi Di Buka Polres Tanah Bumbu Serahkan Kursi Roda Warga Lanjut Usia dan Paket Sembako Nakhoda Baru Muaythai Tanah Bumbu: Hasbi Rahman Resmi Dilantik untuk Periode 2026-2030 Cegah Musibah Terulang Kembali, Kepala Desa Sungai Danau Minta Orang Tua Perketat Pengawasan Anak di Tepi Sungai

Advertorial

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia

badge-check


					Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia Perbesar

INDONESIA,  kontak24 –  Nilai Nukar rupiah kembali tertekan dan dibuka melemah signifikan pada awal perdagangan Senin (07/04.25). Rupiah dibuka di level Rp16.898 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 1,47 persen dibanding penutupan perdagangan Jumat (4/4) di level Rp16.653 per dolar AS. Dikutip (Gema Pos)

Pelemahan ini menjadi yang terdalam dalam sejarah perdagangan rupiah dan menjadikannya sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan Asia pagi ini.

Hingga pukul 09.00 WIB, mayoritas mata uang Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Rupiah menjadi yang paling terpukul, disusul oleh dolar Taiwan yang turun 0,76 persen, ringgit Malaysia melemah 0,75 persen, dan peso Filipina yang terkoreksi 0,74 persen. Adapun won Korea Selatan terdepresiasi 0,51 persen, sementara baht Thailand melemah 0,49 persen.

Dolar Singapura tercatat melemah tipis 0,07 persen terhadap dolar AS.

Berbeda dari mayoritas mata uang Asia, yen Jepang justru mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan sebesar 0,49 persen terhadap dolar AS. Selain itu, dolar Hongkong juga mengalami penguatan tipis sebesar 0,04 persen.

Pelemahan tajam rupiah ini dipengaruhi oleh sentimen global yang masih penuh ketidakpastian, termasuk kekhawatiran terhadap arah kebijakan suku bunga AS serta tekanan geopolitik yang kian meningkat.

Pelaku pasar kini menantikan langkah-langkah lanjutan dari Bank Indonesia untuk merespons volatilitas tinggi pada pasar mata uang.  (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wujudkan Semangat Berbagi, Majelis Taklim Nurul A’la Potong Hewan Kurban Hasil Tabungan Jemaah pada Idul Adha 1447 H Tahun 2026

28 Mei 2026 - 06:18 WIB

Akibat Pompa SPBU Bermasalah Puluhan Mobil Dan Motor Roda Dua Mengantri Panjang.

15 April 2026 - 07:00 WIB

Jelang Lebaran, Penumpang Kapal Batulicin Tanjung Serdang Masih Sepi

16 Maret 2026 - 08:27 WIB

Polda Kalsel Siagakan 1.200 Personel Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi.

6 November 2025 - 11:11 WIB

Sekdakab kotabaru Hadiri Pembukaan PORPROV XII Tanah Laut 2025.

2 November 2025 - 07:01 WIB

Trending di Advertorial