Menu

Mode Gelap
Tanah Bumbu Dorong Penguatan Sinergi Tata Kelola Keuangan Daerah . Tingkatkan Kemandirian, Siswa SMP LB Tanah Bumbu Antusias Praktik Cara Menggosok Gigi yang Benar Memasak Ditinggal Sebentar keluar , Rumah Habis Terbakar warga Bekambit Asri. Tingkatkan Layanan Kesehatan Siswa Disabilitas, SLBN Tanah Bumbu Jalin Kerja Sama dengan Puskesmas Batulicin. 12 Tahun Menanti, Tanah Bumbu Raih Juara Umum PORDA PERPAMSI Kalsel 2026 Perkuat Teknik Dasar dan Mental, Ratusan Karateka BKC Tanah Bumbu Intensifkan Latihan Jelang UKT dan Kejuaraan

Advertorial

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia

badge-check


					Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia Perbesar

INDONESIA,  kontak24 –  Nilai Nukar rupiah kembali tertekan dan dibuka melemah signifikan pada awal perdagangan Senin (07/04.25). Rupiah dibuka di level Rp16.898 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 1,47 persen dibanding penutupan perdagangan Jumat (4/4) di level Rp16.653 per dolar AS. Dikutip (Gema Pos)

Pelemahan ini menjadi yang terdalam dalam sejarah perdagangan rupiah dan menjadikannya sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan Asia pagi ini.

Hingga pukul 09.00 WIB, mayoritas mata uang Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Rupiah menjadi yang paling terpukul, disusul oleh dolar Taiwan yang turun 0,76 persen, ringgit Malaysia melemah 0,75 persen, dan peso Filipina yang terkoreksi 0,74 persen. Adapun won Korea Selatan terdepresiasi 0,51 persen, sementara baht Thailand melemah 0,49 persen.

Dolar Singapura tercatat melemah tipis 0,07 persen terhadap dolar AS.

Berbeda dari mayoritas mata uang Asia, yen Jepang justru mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan sebesar 0,49 persen terhadap dolar AS. Selain itu, dolar Hongkong juga mengalami penguatan tipis sebesar 0,04 persen.

Pelemahan tajam rupiah ini dipengaruhi oleh sentimen global yang masih penuh ketidakpastian, termasuk kekhawatiran terhadap arah kebijakan suku bunga AS serta tekanan geopolitik yang kian meningkat.

Pelaku pasar kini menantikan langkah-langkah lanjutan dari Bank Indonesia untuk merespons volatilitas tinggi pada pasar mata uang.  (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Akibat Pompa SPBU Bermasalah Puluhan Mobil Dan Motor Roda Dua Mengantri Panjang.

15 April 2026 - 07:00 WIB

Jelang Lebaran, Penumpang Kapal Batulicin Tanjung Serdang Masih Sepi

16 Maret 2026 - 08:27 WIB

Polda Kalsel Siagakan 1.200 Personel Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi.

6 November 2025 - 11:11 WIB

Sekdakab kotabaru Hadiri Pembukaan PORPROV XII Tanah Laut 2025.

2 November 2025 - 07:01 WIB

Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan Apresiasi keberhasilan panen jagung seluas 24 hektar Oleh Polsek Satui Polres Tanah Bumbu.

26 Oktober 2025 - 22:58 WIB

Trending di Advertorial