TANAH BUMBU, Kontak24com – Di tengah kesibukan membimbing anak-anak mengenal ajaran agama TK.Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) dilingkungan Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu sosok Ustadz Abul Malki dikenal warga Kelurahan Gunung Tinggi Kecamatan Batulicin Tanah Bumbu, “khususnya dilingkungan Rt.O5 depan Komplek Perumahan Pesona Bukit Tinggi.
Beliau bukan hanya sebagai pemimpin tempat belajar Al-Qur’an yang teladan, melainkan juga sosok suami yang rajin dan rendah hati.
Pantauan awak Media Kontak24com bahwa Sehari-hari, beliau selain bertugas sebagai Kepala Sekolah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di lingkungan Kejaksaan, beliau juga tak segan membantu istrinya mengurus usaha dagang warung nasi kuning dari berbagai hidangan lainnya setiap pagi yang menjadi tumpuan penghasilan keluarga.
Setiap pagi, sebelum matahari terlalu tinggi, Ustadz Abul Makli yang akrab dipanggil Pak Abul ini usai mengimami Sholat Subuh di Moshola Kejaksaan Negeri Ustadz Abul Makli sudah tampak sibuk.
Kadang beliau membantu menyiapkan bumbu, mengemas porsi, atau ikut melayani para tamu yang datang ke warungnya sekedar membuatkan minuman bagi para tamu pengunjung yang ingin sarapan sebelum beraktivitas,
Setelah urusan dagang selesai pada siang menjelang Sore tenaganya langsung beralih ke ruang kelas belajar TPQ. Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu.
Di sana, dengan sabar dan lembut beliau mengajari anak-anak membaca huruf hijaiyah, menghafal ayat suci, serta menanamkan akhlak yang baik sejak dini.
Bagi beliau, dua pekerjaan ini sama pentingnya. Mengajar anak-anak mengaji adalah jalan beramal jariyah yang menyambung kebaikan ke masa depan, sedangkan membantu istrinya berdagang adalah wujud tanggung jawab dan kasih sayang dalam rumah tangga.
“Mengajar anak-anak itu kebahagiaan sekaligus amanah besar. Membantu istri berjualan juga ibadah, karena membantu keluarga menafkahi dan meringankan beban pasangan adalah bagian dari jalan yang diridhai Allah,” ujar Ustadz Abul Makli dengan senyum tulus.
Para orang tua murid dan warga sekitar sangat mengagumi keteguhan hati serta kesederhanaan beliau. Meski harus membagi waktu dan tenaga, beliau tampak selalu rapi, sopan, dan tak pernah lelah melayani tamu pelanggan maupun warga yang membutuhkan bantuan jasanya dalam melaksanakan Hajatan.
Kini, sosok beliau menjadi teladan nyata: bahwa menjadi orang yang berilmu dan mengabdi di jalan agama tidak harus terlepas dari usaha mencari nafkah yang halal, serta menjadi suami yang peduli dan saling membantu bersama Anak dan Istrinya. (her)