Menu

Mode Gelap
Waspada Penyakit Cinta Dunia, Majelis Taklim Darul Ilmi Gelar Pengajian Rutin Bersama Guru Muhammad Said Akbar Bupati Andi Rudi Latif Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu Bupati Andi Rudi Latif: Sekolah Rakyat Jadi Investasi Masa Depan Keluarga Rentan Bupati Andi Rudi Latif Dorong CFD Jadi Ruang Sehat dan Penggerak UMKM Tanah Bumbu Bupati Kotabaru Muhammad Rusli Kukuhkan 42 Anggota Paskibraka Kotabaru Tahun 2026 Pengajian Rutin, Majelis Taklim Nurul A’la Perdalam Makna Keikhlasan Bersama Guru Muhammad Said Akbar

Majelis Darul Ilmi

Waspada Penyakit Cinta Dunia, Majelis Taklim Darul Ilmi Gelar Pengajian Rutin Bersama Guru Muhammad Said Akbar

badge-check


					Waspada Penyakit Cinta Dunia, Majelis Taklim Darul Ilmi Gelar Pengajian Rutin Bersama Guru Muhammad Said Akbar Perbesar

TANAH BUMBU, Kontak24com – Majelis Taklim Darul Ilmi kembali menggelar pengajian rutin yang berlangsung khidmat pada [Isi Hari/Tanggal] bertempat di kediaman Ketua Majelis Taklim, Ustadz Arif Saipuddin, di Desa Kupang Berkah Jaya, RT.05 Gang Dahlia, Kecamatan Simpang Empat.
Acara ini dihadiri oleh puluhan jamaah yang antusias mendengarkan tausiyah agama. Pada kesempatan kali ini, Majelis Taklim Darul Ilmi menghadirkan penceramah dari Bati-Bati, Guru Muhammad Said Akbar, yang menyampaikan materi penting mengenai kewajiban zakat dan bahaya mencintai dunia secara berlebihan.

Dalam Tausyiah nya, Guru Muhammad Said Akbar mengangkat tema “Banyak Melalaikan Zakat karena Cinta Dunia.” Beliau menekankan bahwa salah satu penyebab utama seseorang berat dalam mengeluarkan zakat adalah adanya penyakit Wahn atau cinta dunia yang berlebihan di dalam hati.
“Banyak orang saat ini yang hartanya berlimpah, namun merasa sayang untuk mengeluarkan zakat yang sebenarnya adalah hak fakir miskin.
Hal ini terjadi karena dunia sudah diletakkan di dalam hati, bukan lagi sekadar di tangan,” ujar Guru Muhammad Said Akbar di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut, beliau memperingatkan bahwa kelalaian dalam menunaikan zakat dan kecintaan yang salah terhadap materi dapat mengundang datangnya bala atau musibah. Beliau menjelaskan sebuah ungkapan dalam bahasa Banjar bahwa bencana seringkali turun karena “Dunianya di andak dalam hati” (Dunia diletakkan di dalam hati).

“Ketika dunia sudah bertahta di hati, maka sifat tamak akan muncul dan rasa syukur akan hilang. Di situlah keberkahan dicabut, dan musibah atau bala bisa turun sebagai peringatan dari Allah SWT agar manusia kembali sadar,” tambah beliau.
Ustadz Arif Saipuddin, selaku tuan rumah sekaligus Ketua Majelis Taklim Darul Ilmi, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini.
Ia berharap pengajian rutin ini dapat terus mempererat tali silaturahmi antarwarga di lingkungan RT.05 Desa Kupang Berkah Jaya sekaligus meningkatkan pemahaman agama jamaah.
“Semoga dengan tausiyah dari Guru Muhammad Said Akbar tadi, kita semua semakin sadar akan pentingnya membersihkan harta melalui zakat dan tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama di dalam hati,” pungkas Ustadz Arif.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan warga Desa Kupang Berkah Jaya, serta jamuan sederhana sebagai bentuk kebersamaan antar sesama jamaah. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menjaga Tradisi dan Hati: Soliditas Grup Marawis Alfata Majelis Darul Ilmi, Kompak Sejak Kecil Hingga Besar

29 Mei 2026 - 14:25 WIB

Menggapai Pahala Tak Terputus, Majelis Taklim Darul Ilmi Gelar Pengajian Rutin Bersama Guru Muhammad Said Akbar

24 Mei 2026 - 14:18 WIB

Menanamkan Nilai Keberkahan, Pengajian Darul Ilmi Desa Kupang Bahas Adab Terhadap Orang Tua dan Guru

11 Mei 2026 - 00:09 WIB

Trending di Majelis Darul Ilmi