TANAH BUMBU, Kontak24com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tanah Bumbu menggelar kegiatan Fasilitasi Penguatan Pemahaman Kepemiluan bagi Kelompok Disabilitas, bertempat di Aula SLB Negeri (SLBN) Tanah Bumbu, Senin (01/05/26).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan krusial Pemilihan Serentak 2026,

guna memastikan hak pilih kelompok disabilitas terlindungi dan mereka dapat berpartisipasi aktif dalam pengawasan partisipatif.
Ketua Bawaslu Tanah Bumbu yang diwakili Hasmiya Ningsih S.Pd
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat menyampaikan kepada awak media Kontak24com, “penyandang disabilitas memiliki hak konstitusional yang sama dengan warga negara lainnya.
Oleh karena itu, Bawaslu berkewajiban memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai tata cara pemungutan suara serta cara melaporkan dugaan pelanggaran pemilu.
“Kami ingin memastikan pada Pemilu 2026 nanti, tidak ada satu pun warga negara yang terabaikan, termasuk Anak anak kita di SLBN Tanah Bumbu ini yang Usianya sudah 17 atau 18 tahun.

Aksesibilitas bukan hanya soal fasilitas fisik di TPS, tapi juga akses informasi yang mudah dipahami oleh mereka,” ujarnya di hadapan para siswa dan tenaga pendidik.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa jenjang SMA LB, dan SMP LB para guru, serta orang tua murid.
Materi yang disampaikan meliputi simulasi pencoblosan, pengenalan surat suara, hingga edukasi mengenai pentingnya menolak politik uang (money politics).
Kepala SLBN Tanah Bumbu Menik Sri Harimurti, S.Pd yang wakili Guru Pendidik Nurul Sipah, S.pd, menyambut baik inisiatif Bawaslu ini. Menurutnya, edukasi kepemiluan sangat penting bagi siswa disabilitas, terutama bagi mereka yang akan menjadi pemilih pemula pada tahun 2026.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bawaslu. Ini merupakan bentuk penghargaan bagi anak didik kami agar mereka tidak merasa canggung saat datang ke TPS nanti. Pemahaman ini memberikan rasa percaya diri bagi mereka untuk menggunakan hak suaranya secara mandiri,” ungkap Nurul Sipah.

Dalam sesi penjelasan dalam berkomunikasi, petugas Bawaslu memberikan penjelasan menggunakan bahasa isyarat bagi siswa tunarungu yang dibantu Guru Pengajar Waksek Kurikulum Rizki Ade Prakoso S.Pd.
Bawaslu berharap melalui kegiatan ini, angka partisipasi pemilih disabilitas di Kabupaten Tanah Bumbu dapat meningkat secara signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Acara ditutup dengan penandatanganan
Berdoa bersama dan memberikan bingkisan Kepada Anak-anak berkebutuhan Khusus.
komitmen bersama antara Bawaslu Tanah Bumbu dan pihak sekolah untuk mewujudkan “Sekolah Peduli Pengawasan Pemilu” demi terciptanya pesta demokrasi yang jujur, adil, dan inklusif. (her)







