Batulicin, Tanah Bumbu – Tanbu Beraksi Run 2026 kembali digelar dengan skala lebih besar. Event lari yang dijadwalkan berlangsung 29 November 2026 itu menargetkan 3.000 peserta, atau sekitar dua kali lipat dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya yang hanya diikuti sekitar 1.450 pelari.
Panitia menambah kategori Half Marathon 21 kilometer (21K) untuk pertama kalinya, melengkapi kategori 10K dan 5K yang sudah ada sebelumnya. Penambahan ini menjadi upaya membawa Tanbu Beraksi Run naik level sekaligus menarik pelari dari berbagai daerah, termasuk pelari elite yang terbiasa mengikuti ajang nasional.
Perwakilan panitia, dr. Fadly Wirawan, mengatakan rute lomba masih menggunakan kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu di Gunung Tinggi. Lebar jalan di kawasan tersebut dinilai memungkinkan pengaturan lalu lintas sehingga pelari dapat mengikuti lomba dengan lebih aman. Kawasan Gunung Tinggi juga memiliki pemandangan yang menjadi daya tarik bagi peserta dari luar daerah.
“Konsep ini sekaligus menjadi bagian dari pengembangan sport tourism. Pelari dari luar Tanah Bumbu diharapkan tidak hanya datang mengikuti perlombaan, tetapi juga menikmati objek wisata dan potensi daerah. Dengan berdatangannya para pelari, terutama dari luar Tanah Bumbu, kami berharap dapat meningkatkan perekonomian daerah,” kata Fadly.
Dengan target 3.000 peserta, panitia menyiapkan sistem kesehatan yang matang. Peserta akan menjalani screening awal saat registrasi dengan menyampaikan kondisi kesehatan, termasuk riwayat penyakit dan obat-obatan yang dikonsumsi rutin. Pemeriksaan kesehatan juga disiapkan sebelum perlombaan. Peserta yang memiliki risiko kesehatan tertentu akan mendapat penanda khusus pada nomor dada agar menjadi perhatian tim medis.
Panitia menyiapkan water station, ambulans, dan tim medis di sepanjang rute dengan jarak antarpos layanan sekitar 2,5 kilometer. Selain tim medis di titik tertentu, panitia menyiapkan running doctor yang akan ikut berlari di setiap kategori. “Untuk tahun ini ada lima dokter per kategori,” ujar Fadly.
Dari sisi perlombaan, panitia menyiapkan sistem penilaian yang transparan dengan teknologi chip time untuk mencatat waktu peserta secara presisi. Sejumlah recorder atau titik checkpoint dipasang di sepanjang rute untuk mendeteksi peserta yang tidak melewati jalur yang ditentukan. Ketua Umum KONI Tanah Bumbu, Adi Haidir Putra, mengatakan CCTV juga akan ditempatkan di sejumlah titik untuk memperkuat proses verifikasi.
“Kalau ada peserta yang memotong jalur, secara sistem akan terdeteksi karena dia tidak melewati checkpoint yang ditentukan,” kata Adi.
Tanbu Beraksi Run 2026 membuka kategori putra dan putri untuk Half Marathon serta 10K pada kelas Nasional usia 18–39 tahun dan Master 40–60 tahun. Sementara kategori 5K terdiri atas Pelajar usia 13–17 tahun, Nasional 18–39 tahun, dan Master 40–60 tahun. Pendaftaran seluruh kategori dibuka Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 16.00 Wita melalui situs resmi Tanbu Beraksi Run.
Biaya pendaftaran masing-masing Rp475 ribu untuk Half Marathon, Rp325 ribu untuk 10K, Rp250 ribu untuk 5K, dan Rp200 ribu untuk kategori Pelajar. Biaya tersebut mencakup race tee, BIB, chip time, welcome kit sponsor, e-sertifikat, medali, refreshment, serta finisher tee khusus peserta Half Marathon.
Hadiah disiapkan untuk lima besar setiap kategori podium. Untuk Half Marathon Nasional, juara pertama hingga kelima masing-masing memperoleh Rp10 juta, Rp8,5 juta, Rp7 juta, Rp5,5 juta, dan Rp4 juta. Pada kategori Half Marathon Master, hadiahnya masing-masing Rp7 juta, Rp6 juta, Rp5 juta, Rp4 juta, dan Rp3 juta. Sementara hadiah 10K Nasional mencapai Rp6 juta untuk juara pertama, Rp5 juta juara kedua, Rp4 juta juara ketiga, Rp3 juta juara keempat, dan Rp2 juta juara kelima.
Tanbu Beraksi Run 2026 diselenggarakan oleh KONI Tanah Bumbu berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. Event ini mengusung tema “Energy of The Coast” dan diharapkan menjadi agenda olahraga tahunan yang menarik peserta dari luar daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.










