Menu

Mode Gelap
BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Perpanjang Kerja Sama PLKK dan Sosialisasikan Standarisasi Pelayanan JKK Tanah Bumbu Terima Predikat Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Bang Dhin Desak Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Kualitas Pendidikan Jadi Korban Negara Hadir untuk Keluarga Pekerja: BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Serahkan Santunan Rp70 Juta dan Beasiswa Rp131 Juta kepada Keluarga Almarhum Madi BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Lakukan Employee Volunteering Berbagi Takjil di Bulan Ramadan Mayat Manusia Tanpa Kepala Ditemukan di Pesisir Maradapan Kotabaru.

DPRD Provinsi

Bang Dhin Desak Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Kualitas Pendidikan Jadi Korban

badge-check


					Bang Dhin Desak Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Kualitas Pendidikan Jadi Korban Perbesar

BANJARMASIN, Kontak24.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digadang-gadang sebagai salah satu kebijakan andalan pemerintahan Prabowo Subianto untuk memperbaiki kualitas gizi anak Indonesia. Namun di balik semangat mulianya, pelaksanaan program ini mulai menuai catatan kritis dari daerah.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin atau yang akrab disapa Bang Dhin, menilai program sebesar MBG tak cukup hanya bertumpu pada niat baik. Menurutnya, kebijakan publik harus diuji secara rasional: tepat sasaran, berkelanjutan secara fiskal, dan tidak menimbulkan efek samping bagi sektor lain—terutama pendidikan.

“Kalau anggaran pendidikan terserap besar untuk makan gratis, kita harus jujur. Apa dampaknya terhadap kualitas guru, infrastruktur sekolah, dan mutu pembelajaran?” ujarnya tegas.

Sepertiga Anggaran untuk Konsumsi

Data APBN 2026 menunjukkan anggaran pendidikan mencapai sekitar Rp 769 triliun. Dari angka tersebut, Rp 223,5 triliun dialokasikan untuk MBG. Artinya, hampir sepertiga dana pendidikan habis untuk pembiayaan konsumsi harian siswa.

Bagi Bang Dhin, fakta ini perlu disikapi hati-hati.

Istilah “gratis”, kata dia, seringkali menimbulkan persepsi keliru di publik. Padahal, biaya program tetap dibayar masyarakat melalui pajak dan diambil dari ruang fiskal pendidikan.

“Gratis itu bukan tanpa biaya. Uangnya dari anggaran pendidikan juga. Maka transparansi dan akuntabilitas wajib dibuka ke publik,” jelasnya.

Masalah Kualitas di Lapangan

Tak hanya soal anggaran, pelaksanaan teknis MBG juga menjadi sorotan. DPRD Kalsel menerima sejumlah laporan terkait kualitas makanan yang tidak layak konsumsi, standar kebersihan yang rendah, hingga dugaan kasus keracunan di beberapa daerah.

Menurut Bang Dhin, kondisi ini ironis.

Program yang bertujuan meningkatkan kesehatan justru berpotensi menghadirkan risiko baru jika pengawasan longgar.

“Standar gizi, keamanan pangan, sampai distribusi harus diawasi ketat. Libatkan ahli, jangan asal jalan,” katanya.

Tak Semua Daerah Butuh Pendekatan Seragam

Ia juga mengkritik pendekatan kebijakan yang seragam di seluruh Indonesia. Menurutnya, kondisi tiap daerah berbeda. Ada wilayah yang lebih mendesak butuh perbaikan ruang kelas, ada yang kekurangan guru, ada pula yang memang menghadapi kerawanan pangan.

Karena itu, MBG seharusnya berbasis data dan kebutuhan spesifik daerah, bukan dipukul rata.

“Jangan semua diperlakukan sama. Kebijakan nasional tetap harus sensitif terhadap realitas lokal,” tegasnya.

Dorong Evaluasi Total

Sebagai langkah konstruktif, DPRD Kalsel mendorong pemerintah pusat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program ini: audit efektivitas, audit anggaran, hingga kajian keberlanjutan fiskal jangka menengah. Bahkan, opsi redesign kebijakan dinilai perlu jika hasilnya menunjukkan ketidakefisienan.

Bagi Bang Dhin, evaluasi bukan bentuk penolakan.

Sebaliknya, itu adalah cara memastikan program benar-benar memberi manfaat maksimal tanpa mengorbankan kualitas pendidikan generasi mendatang.

“Keberanian mengevaluasi itu penting. Niat baik harus diiringi kebijakan yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan,” tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Kalsel Respons Kerusakan SMKN 2 Satui, Perbaikan Segera Dilakukan Melalui Anggaran Reaksi Cepat.

27 Februari 2026 - 07:26 WIB

DPRD Kalsel Baru Jadwalkan Cek Depo Pertamina Terkait Pertamax Kosong di SPBU-SPBU,

28 November 2025 - 23:26 WIB

Bang Dhin Apresiasi Kinerja Tim Keabsahan, Berharap Atlet Lokal Jadi Prioritas di Porprov.

12 Oktober 2025 - 06:11 WIB

Bang Dhin Dorong Repormasi Tata Kelola UPTD Untuk Tingkatkan Pendapat Daerah.

7 Oktober 2025 - 00:19 WIB

Anggota  DPRD Provensi Kalsel Fraksi PKB Silahturahmi Dengan Pengurus DPC PKB Kotabaru.

6 Oktober 2025 - 12:45 WIB

Trending di DPRD Provinsi