BREAKING

AdvertorialPemerintahanTanah Bumbu

Bupati Tanah Bumbu Tandatangani Kesepakatan Pilot Project Penanganan Jembatan Non-Nasional

BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menandatangani Kesepakatan Bersama Pilot Project Kolaborasi Penanganan Jembatan Non-Nasional di Provinsi Kalimantan Selatan melalui sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, TNI dan Polri. Penandatanganan berlangsung di Kediaman Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Senin (31/8/2026).

Bupati Andi Rudi Latif mengatakan kesepakatan bersama ini menjadi langkah penting bagi Kabupaten Tanah Bumbu dalam memperkuat sinergi pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan yang menjadi akses vital bagi masyarakat.

Bang Arul juga menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, TNI dan Polri menjadi langkah strategis dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Infrastruktur jembatan memiliki peran penting dalam membuka dan memperlancar akses masyarakat, terutama untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, distribusi barang, serta pelayanan publik.

Program percontohan proyek ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut Arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait percepatan penanganan infrastruktur jembatan. Termasuk jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan satuan pendidikan dan fasilitas pelayanan publik.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan pemerintah kabupaten dan kota dalam menyukseskan program kolaborasi pembangunan infrastruktur.

Dukungan tersebut dinilai penting karena percepatan pembangunan jembatan dan infrastruktur penghubung memerlukan sinergi pembiayaan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Muhidin menegaskan, Pemprov Kalsel bersama pemerintah kabupaten dan kota berkomitmen mendukung penanganan jembatan melalui pengalokasian anggaran. Baik melalui perubahan anggaran tahun 2026 maupun anggaran murni tahun 2027.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar mengatakan, proyek percontohan di Kalimantan Selatan merupakan bentuk kolaborasi konkret untuk mendukung program prioritas pemerintah, termasuk target pembangunan 300 ribu jembatan.

Hingga 13 Agustus 2026, sebanyak 3.395 jembatan telah terbangun melalui Satgas Jembatan TNI Angkatan Darat dan Polri. Khusus Kalimantan Selatan, terdapat 131 jembatan desa yang disinergikan melalui program Judesa.

Ia berharap keberhasilan Kalimantan Selatan sebagai proyek percontohan dapat menjadi contoh yang diterapkan di provinsi lain di Indonesia.

Pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut Perkuat Konektivitas Antarwilayah

Selain penataan jembatan non-nasional, pertemuan tersebut juga mencakup penguatan sejumlah infrastruktur strategis di Kalimantan Selatan. Salah satunya pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut.

Gubernur Kalsel H. Muhidin menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara terintegrasi agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan mendukung lancarnya distribusi barang.

Kolaborasi pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan juga memberikan dampak positif terhadap konektivitas dan aktivitas ekonomi di Kalimantan Selatan. Termasuk Kabupaten Tanah Bumbu yang memiliki posisi strategis dalam jaringan pergerakan orang dan barang di wilayah provinsi kalimantan selatan.

Related Posts