BREAKING

DPRD Tanah Bumbu

Harjad Satui ke-363, Syabani Rasul Soroti Pembangunan dan Minimnya Fasilitas Generasi Muda

TANAH BUMBU, Kontak24com — Peringatan Hari Jadi Satui ke-363 tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah panjang wilayah tersebut. Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu H. Syabani Rasul juga menyoroti pembangunan di Satui yang dinilainya belum sebanding dengan kontribusi wilayah tersebut bagi Kabupaten Tanah Bumbu.Menganalisis Data Demografis Pasar

Menurut Syabani, kegiatan tahunan memperingati hari jadi Satui selalu dinantikan masyarakat. Selain menjadi bagian dari tradisi masyarakat, kegiatan tersebut juga mengingatkan sejarah Satui yang menurutnya telah ada sejak masa Kerajaan Banjar sebagaimana tercatat dalam Hikayat Banjar.

“Satui menurut saya adalah kampung yang bertuah, selain tanahnya yang kaya akan sumber daya alam,” kata Syabani kepada bacakabar.id, Rabu (26/8/2026).Berlangganan Portal Berita Dan Informasi Lokal

Ia menyebut Satui juga memiliki catatan penting karena menjadi tempat kelahiran tokoh nasional KH Idham Chalid. Nama tokoh tersebut bahkan diabadikan dalam mata uang Indonesia.

Bagi Syabani, Satui bukan hanya memiliki kekayaan alam dan sejarah. Masyarakatnya juga telah lama hidup dalam keberagaman suku dan agama dengan semangat kebersamaan.

“Kampung ini bukan hanya tempat kelahiran kami, tetapi juga tempat para pendatang untuk mencari nafkah yang selalu kami sambut dengan ramah,” ujarnya.Mencari Informasi Referensi Umum

Karena itu, Syabani berharap kegiatan tahunan dalam rangka Hari Jadi Satui ke-363 mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

Ia menilai perhatian dan pembangunan di Satui masih belum berbanding lurus dengan kontribusi yang telah diberikan wilayah tersebut selama 23 tahun berdirinya Kabupaten Tanah Bumbu.

“Satui merupakan kecamatan terpadat kedua setelah ibu kota kabupaten,” katanya.Menganalisis Data Demografis Pasar

Syabani juga menyinggung kontribusi Satui terhadap pendapatan daerah. Ia mengatakan, dari pajak daerah dan retribusi, Satui selalu menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

Namun, menurut dia, kontribusi tersebut belum terlihat sebanding dengan ketersediaan sarana dan prasarana, terutama fasilitas yang dapat digunakan generasi muda.

“Namun seperti yang kita sama-sama lihat dengan kasat mata, hampir tidak terlihat sarana dan prasarana atau fasilitas umum yang tersedia untuk mengakomodasi generasi muda Satui menyalurkan minat dan bakatnya,” ujarnya.

Syabani mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian. Sebab, menurut dia, saat ini terdapat generasi muda Satui yang terjerumus dalam kasus yang melanggar hukum, termasuk penyalahgunaan narkoba.

Related Posts