Menu

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Musnahkan Barang Bukti Yang Berkekuatan Hukum Maritim Mappanre Ritasie dalam rangka HUT ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu, Resmi Ditutup Ribuan Wisatawan Padati Puncak Pesona Budaya Mappanre Ri Tasi’e 2026, Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat Bupati Andi Rudi Latif Canangkan Gerakan Pilah Sampah di Hari Jadi ke-23 Tanah Bumbu dan Peringatan Hari Bumi 2026 Bupati Cup Run 5K 2026 Meriahkan Hari Jadi ke-23 Tanah Bumbu di Pagatan Fitri Carlina dan Syahriyadi Tampil Memukau di Pagatan

POLRES KOTABARU

Jenazah Nelayan Di Temukan Setelah 3 Hari Dilakukan Pencarian.

badge-check


					Jenazah Nelayan Di Temukan Setelah 3 Hari Dilakukan  Pencarian. Perbesar

KOTABARU, kontak24 – Seorang nelayan berinisial Kana (69) ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya pada hari Minggu (27/04/25) dilaporkan hilang di perairan Desa Tanjung Seloka, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru.

Jenazah korban ditemukan mengapung di perairan Desa Labuan Mas, sekitar 10 mil dari lokasi kejadian, pada Rabu (30/4/2025) sekitar pukul 02.00 WITA.

Korban bernama “Kana, bekerja sebagai Nelayan yang  berdomisili di Jalan H Kanda RT.009 RW.004, Desa Tanjung Seloka. Jenazahnya ditemukan oleh warga sekitar sebelum dievakuasi oleh tim gabungan.

Kapolres Kotabaru AKBP Doli M. Tanjung, S.I.K. melalui kasi Humas Polres Kotabaru “mengatakan
penemuan korban berawal dari informasi yang disampaikan seorang warga Tanjung Selokan Utara bernama Aladin (30), kepada Abdur Rasyid (52), selaku Ketua RT setempat,

pesan disampaikan melalui WhatsApp. bahwa Aladin mendapatkan kabar dari Canci (40), seorang nelayan di Desa Labuan Mas, yang melihat jenazah korban mengapung di dekat bagan miliknya.

Dari Informasi itulah Tim gabungan yang terdiri dari Anggota Polsek Pulau Laut Selatan, Sat Polairud Polres Kotabaru, Basarnas, dan BPBD, segera melakukan evakuasi melalui jalur laut. Proses evakuasi dimulai pukul 02.00 WITA, dan jenazah korban berhasil dibawa ke rumah duka sekitar pukul 05.00 wita. Terang Kasi Humas Polres Kotabaru.

Kemudian Keluarga korban telah mengonfirmasi identitas jenazah dan memilih untuk tidak melakukan visum atas meninggalnya Kana. Mereka menerima kejadian ini dengan ikhlas.

Kapolsek Pulau Laut Selatan,
IPTU Ramli Aziz, “menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah standar, termasuk penerimaan laporan, pemeriksaan TKP, evakuasi, dan koordinasi dengan keluarga.

Evakuasi melibatkan berbagai pihak, di antaranya:
Polsek Pulau Laut Selatan (9 personel)
Sat Polairud Polres Kotabaru (2 personel)
Basarnas Kotabaru, (4 personel)
BPBD Kotabaru (6 personel)

Kejadian ini menjadi peringatan bagi warga pesisir untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di laut. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kejadian serupa untuk mempermudah proses pencarian dan evakuasi ujar IPTU Ramli Aziz. (AA)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres Kotabaru Gelar Buka Puasa Bersama Forkopimda, Tokoh Agama, Jurnalis dan LSM serta Anak Yatim

16 Maret 2026 - 21:18 WIB

Sat Polairud Polres Kotabaru Bagikan Sembako kepada Nelayan di Perairan Selat Laut

4 Maret 2026 - 07:58 WIB

Polres Kotabaru Sidak Bengkel Motor ! Minta Pemilik Bengkel Tolak Pemasangan Knalpot Brong.

21 Februari 2026 - 08:21 WIB

Polres Kotabaru Rangkul Komunitas Ojol dalam Operasi Keselamatan Intan 2026: “Kesabaran untuk Keselamatan”

9 Februari 2026 - 05:16 WIB

Polres Kotabaru Gelar Upacara Korps Raport Pengabdian dan Sertijab Personel.

5 Februari 2026 - 03:19 WIB

Trending di POLRES KOTABARU