Menu

Mode Gelap
Pembukaan PKP Angkatan IV 2026, Bupati Tanah Bumbu Dorong ASN Jadi Agen Perubahan Pelayanan Publik Deny Rahmat Komandoi DPC PKB Kotabaru masa bakti 2026 – 203I Gebrakan HUT Bhayangkara ke-80: Kapolres Tanah Bumbu Cup 2026 Siap Hadirkan Deretan Bintang Proliga Yonif TP 884/Saijaan Gelar Sosialisasi P4GN DanTes Urine , Hasil Personel Negatif Narkoba Bupati Andi Rudi Latif Lantik Kepala Dinas Perikanan Tanah Bumbu TPA Tanah Bumbu Terima 100 Ton Sampah per Hari, Pemkab Dorong Pemilahan dari Rumah

POLRES KOTABARU

Jenazah Nelayan Di Temukan Setelah 3 Hari Dilakukan Pencarian.

badge-check


					Jenazah Nelayan Di Temukan Setelah 3 Hari Dilakukan  Pencarian. Perbesar

KOTABARU, kontak24 – Seorang nelayan berinisial Kana (69) ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya pada hari Minggu (27/04/25) dilaporkan hilang di perairan Desa Tanjung Seloka, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru.

Jenazah korban ditemukan mengapung di perairan Desa Labuan Mas, sekitar 10 mil dari lokasi kejadian, pada Rabu (30/4/2025) sekitar pukul 02.00 WITA.

Korban bernama “Kana, bekerja sebagai Nelayan yang  berdomisili di Jalan H Kanda RT.009 RW.004, Desa Tanjung Seloka. Jenazahnya ditemukan oleh warga sekitar sebelum dievakuasi oleh tim gabungan.

Kapolres Kotabaru AKBP Doli M. Tanjung, S.I.K. melalui kasi Humas Polres Kotabaru “mengatakan
penemuan korban berawal dari informasi yang disampaikan seorang warga Tanjung Selokan Utara bernama Aladin (30), kepada Abdur Rasyid (52), selaku Ketua RT setempat,

pesan disampaikan melalui WhatsApp. bahwa Aladin mendapatkan kabar dari Canci (40), seorang nelayan di Desa Labuan Mas, yang melihat jenazah korban mengapung di dekat bagan miliknya.

Dari Informasi itulah Tim gabungan yang terdiri dari Anggota Polsek Pulau Laut Selatan, Sat Polairud Polres Kotabaru, Basarnas, dan BPBD, segera melakukan evakuasi melalui jalur laut. Proses evakuasi dimulai pukul 02.00 WITA, dan jenazah korban berhasil dibawa ke rumah duka sekitar pukul 05.00 wita. Terang Kasi Humas Polres Kotabaru.

Kemudian Keluarga korban telah mengonfirmasi identitas jenazah dan memilih untuk tidak melakukan visum atas meninggalnya Kana. Mereka menerima kejadian ini dengan ikhlas.

Kapolsek Pulau Laut Selatan,
IPTU Ramli Aziz, “menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah standar, termasuk penerimaan laporan, pemeriksaan TKP, evakuasi, dan koordinasi dengan keluarga.

Evakuasi melibatkan berbagai pihak, di antaranya:
Polsek Pulau Laut Selatan (9 personel)
Sat Polairud Polres Kotabaru (2 personel)
Basarnas Kotabaru, (4 personel)
BPBD Kotabaru (6 personel)

Kejadian ini menjadi peringatan bagi warga pesisir untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di laut. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kejadian serupa untuk mempermudah proses pencarian dan evakuasi ujar IPTU Ramli Aziz. (AA)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kotabaru Gelar Bakti Religi dan Salurkan Bantuan Kebersihan

6 Juni 2026 - 11:13 WIB

Polres Kotabaru bersama kelompok tani melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung Serentak

17 Mei 2026 - 13:34 WIB

Polres Kotabaru Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla Tahun 2026 di Kelumpang Hilir

30 April 2026 - 06:44 WIB

Polres Kotabaru Gelar Buka Puasa Bersama Forkopimda, Tokoh Agama, Jurnalis dan LSM serta Anak Yatim

16 Maret 2026 - 21:18 WIB

Sat Polairud Polres Kotabaru Bagikan Sembako kepada Nelayan di Perairan Selat Laut

4 Maret 2026 - 07:58 WIB

Trending di POLRES KOTABARU