Menu

Mode Gelap
Kesepakatan Diabaikan, DPRD Tanah Bumbu Soroti Debu dan Lumpur Tambang yang Masih Menghantui Warga Satui Pemkab Tanah Bumbu: SiLPA Bukan Cerminan Kegagalan Pembangunan, Melainkan Efisiensi Anggaran Bupati Tanah Bumbu Apresiasi Kreativitas Siswa SLB di Perpisahan Akhir Tahun Pembelajaran 2025/2026 Dalam Pengajian Rutin, Majelis Taklim Nurul A’la Guru Muhammad Said Akbar Kupas Tuntas Makna dan Manfaat Zuhud Peresmian 8 MPP Baru oleh Menteri PANRB, Tanah Bumbu Jadi Bagian dari Peresmian Nasional Zikir dan Khataman Quran Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah di Bumi Bersujud Tanah Bumbu

Advertorial

Kesepakatan Diabaikan, DPRD Tanah Bumbu Soroti Debu dan Lumpur Tambang yang Masih Menghantui Warga Satui

badge-check


					Kesepakatan Diabaikan, DPRD Tanah Bumbu Soroti Debu dan Lumpur Tambang yang Masih Menghantui Warga Satui Perbesar

TANAH BUMBU, Kontak24com – Anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Masripay, melontarkan kritik tajam terhadap operasional perusahaan tambang di Kecamatan Satui. Pasalnya, masalah debu dan lumpur akibat aktivitas kendaraan tambang hingga kini masih belum teratasi, meski kesepakatan penanganan telah dibuat antara legislatif dan pihak perusahaan sejak awal 2025 lalu.
Politikus dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengungkapkan persoalan tersebut sebenarnya sudah menjadi bahasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan.

Pertemuan yang melibatkan sejumlah perusahaan, termasuk PT Wahana dan para kontraktornya, telah menghasilkan kesepakatan krusial terkait standar kebersihan armada.
“Kita sudah bersepakat sekitar satu setengah tahun lalu. Poinnya jelas, sebelum masuk daerah perkotaan atau pemukiman, kendaraan operasional, baik angkutan karyawan maupun armada pendukung lainnya, harus dalam kondisi bersih.
Namun faktanya di lapangan, kendaraan tambang masih masuk ke wilayah Satui dalam keadaan kotor,” ujar Masripay kepada media.
Dampak Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat
Kondisi ini dinilai sangat merugikan masyarakat sekitar. Masripay menjelaskan, saat cuaca panas, endapan lumpur yang jatuh dari kendaraan mengering dan berubah menjadi debu pekat yang mengancam kesehatan pernapasan warga terlebih terhadap anak anak berangkat dan pulang sekolah,  tiap hari menghirup udara kotor.
Sebaliknya, saat hujan turun, material tersebut berubah menjadi lumpur licin yang membahayakan pengguna jalan.
Adapun wilayah yang paling terdampak mencakup ruas jalan mulai dari kawasan underpass PT Arutmin Indonesia, Desa Makmur Mulia, Sungai Danau, hingga ke Desa Sinar Bulan.

Tuntut Penyediaan Fasilitas Pencucian (Wheel Wash)
Sebagai solusi konkret, Masripay mendesak perusahaan untuk menyediakan fasilitas pencucian kendaraan (wheel wash) di titik keluar menuju jalan umum. Ia menegaskan bahwa DPRD tidak berniat menghambat investasi atau operasional perusahaan, namun menuntut tanggung jawab terhadap dampak lingkungan.
“Kami tidak melarang kendaraan operasional melintas di jalan umum. Yang kami minta hanya satu: bersihkan kendaraan sebelum masuk kawasan perkotaan agar lumpur tidak terbawa ke jalan,” tegasnya.
Bebani Anggaran Daerah
Lebih lanjut, Masripay menyoroti ketimpangan tanggung jawab dalam pembersihan jalan. Selama ini, tugas membersihkan debu dan lumpur justru banyak ditanggung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanah Bumbu yang memakan biaya operasional tidak sedikit dari APBD.
Ia berharap ada langkah nyata dan sinergi yang lebih serius antara perusahaan tambang, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat.
“Masalah debu dan lumpur di Satui ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Kita ingin semua pihak duduk bersama agar ada solusi berkelanjutan. Jangan sampai anggaran daerah terus terkuras untuk kebersihan  dampak yang seharusnya menjadi tanggung jawab perusahaan,” pungkasnya. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wujudkan Semangat Berbagi, Majelis Taklim Nurul A’la Potong Hewan Kurban Hasil Tabungan Jemaah pada Idul Adha 1447 H Tahun 2026

28 Mei 2026 - 06:18 WIB

Akibat Pompa SPBU Bermasalah Puluhan Mobil Dan Motor Roda Dua Mengantri Panjang.

15 April 2026 - 07:00 WIB

Jelang Lebaran, Penumpang Kapal Batulicin Tanjung Serdang Masih Sepi

16 Maret 2026 - 08:27 WIB

Polda Kalsel Siagakan 1.200 Personel Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi.

6 November 2025 - 11:11 WIB

Sekdakab kotabaru Hadiri Pembukaan PORPROV XII Tanah Laut 2025.

2 November 2025 - 07:01 WIB

Trending di Advertorial