Menu

Mode Gelap
PKB turut meminta mekanisme penyelesaian perselisihan hasil Pilkades diatur secara jelas dan adil. DPRD Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) mulai membahas dua rancangan peraturan daerah (Raperda) BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Serahkan Santunan JKM Rp84 Juta kepada Dua Keluarga Pekerja Bupati Andi Rudi Latif Dorong Wisata Mangrove Kersik Putih Jadi Ikon Wisata Tanah Bumbu SMKS Muhammadiyah Satui Lantik Pengurus IPM Periode 2026 Melalui Serangkaian Pembinaan Karakter Pemkab Tanah Bumbu Tegaskan Komitmen Tata Kelola Anggaran Lewat Perubahan KUA-PPAS 2026

Advertorial

Rupiah Menguat Nyaris Rp 100, Dolar ke Rp 15.700

badge-check


					Rupiah Menguat Nyaris Rp 100, Dolar ke Rp 15.700 Perbesar

JAKARTA, kontak24 – Nilai tukar rupiah selama sepekan perdagangan akhir Januari 2025 bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat ( USD ). Mengutip data Bloomberg, Sabtu (1/2/2025), rupiah spot pekan ini ditutup melemah 0,82 persen ke level Rp16.305 per USD dari sebelumnya Rp16.172 per USD di awal pekan.

Nilai tukar rupiah juga ditutup melemah 0,30 persen pada perdagangan Jumat. Sementara itu, rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) dalam sepekan tercatat ditutup turun 0,69 persen ke Rp16.312 per USD.

Di Asia, mayoritas mata uang juga melemah terhadap dolar AS, seperti ringgit Malaysia yang mencatat pelemahan terdalam yakni 1,21 persen, disusul won Korea yang melemah 0,57 persen, lalu yen Jepang melemah 0,28 persen. Kemudian, dolar Singapura tercatat melemah 0,14 persen, peso Filipina melemah 0,09 persen, dolar Hong Kong melemah 0,02 persen dan rupee India melemah 0,002 persen.

Mata uang Asia yang menguat hanya dolar Taiwan dan baht Thailand yang masing-masing menguat 0,29 persen dan 0,12 persen. Ssementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) menguat sebesar 0,29 persen pada hari Jumat di posisi 108,50 yang menekan maka mata uang lainnya terhadap USD.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah ini juga disebabkan oleh sentimen eksternal yaitu investor sedang mempertimbangkan kemungkinan tarif AS bersamaan dengan serangkaian perintah eksekutif dan pengumuman kebijakan. Trump baru-baru ini kembali mengeluarkan ancam untuk mengenakan tarif perdagangan hingga 100 persen terhadap negara-negara BRICS yang melakukan dedolarisasi.

“Trump mengancam akan mengenakan tarif perdagangan 100 persen pada kelompok negara BRICS atas upaya mereka untuk menciptakan mata uang mereka sendiri dan menjauh dari dolar,” tulis Ibrahim dalam risetnya, dikutip Sabtu (01/02/25).

Dari dalam negeri, sentimen yang memengaruhi nilai tukar adalah kabar mengenai efisiensi anggaran sebesar Rp306,69 triliun yang dilakukan pemerintah, yang sebagian besar akan direlokasi untuk pendanaan program makan bergizi gratis (MBG). Ekonom menilai realokasi anggaran ke program makan bergizi gratis tidak akan mengerek pertumbuhan ekonomi secara signifikan, bahkan bisa berdampak negatif.

Berdasarkan pergerakan rupiah terakhir, untuk perdagangan selanjutnya mata uang Garuda diprediksi akan bergerak fluktuatif dan ditutup melemah di rentang Rp16.300 hingga Rp16.360 per dolar AS. (Ktk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SMPN1 Kotabaru Raih Juara Umum Lomba Drumband Pelajar Festival Budaya Saijaan

22 Juli 2026 - 23:06 WIB

Puncak Harganas 2026: Novarinda Rizky Famia, Siswi SMA 1 Pagatan Dinobatkan Sebagai Juara 1 Duta GenRe Tanah Bumbu

22 Juli 2026 - 10:10 WIB

Siswa SDN 2 Kampung Baru Wakili Tanah Bumbu di Olimpiade Sains Tingkat Nasional,

30 Juni 2026 - 05:35 WIB

Dalam Menyelamatkan 30 Ribu Jiwa Polres Tanah Bumbu Musnahkan 21 Kilogram Narkotika Jenis Sabu dan 30,5 Ekstasi.

29 Juni 2026 - 11:54 WIB

Wujudkan Semangat Berbagi, Majelis Taklim Nurul A’la Potong Hewan Kurban Hasil Tabungan Jemaah pada Idul Adha 1447 H Tahun 2026

28 Mei 2026 - 06:18 WIB

Trending di Advertorial