Menu

Mode Gelap
Winarto Hendra resmi pimpin Muaythai Kotabaru 2026-2030, target lahirkan atlet berprestasi DPRD Tanah Bumbu Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Raperda Perubahan Atas Perda BPD Nomor 11 Tahun 2018 Sambut Hari Bhayangkara ke-80 Turnamen Bulu Tangkis Kapolres Cup. Resmi Di Buka Polres Tanah Bumbu Serahkan Kursi Roda Warga Lanjut Usia dan Paket Sembako Nakhoda Baru Muaythai Tanah Bumbu: Hasbi Rahman Resmi Dilantik untuk Periode 2026-2030 Cegah Musibah Terulang Kembali, Kepala Desa Sungai Danau Minta Orang Tua Perketat Pengawasan Anak di Tepi Sungai

Advertorial

Pedagang Eceran Gas Melon Di Tanbu Keluhkan Kedatangan Gas Tak Bisa di Pastikan.

badge-check


					Pedagang Eceran Gas Melon  Di Tanbu  Keluhkan Kedatangan Gas Tak Bisa di Pastikan. Perbesar

TANAH BUMBU, kontak24 – Penjualan elpiji 3 kg di atas harga eceran tertinggi (HET) dilakukan Adriansyah, pedagang gas melon eceran di Kecamatan Simpangempat Kabupaten Tanahbumbu, Senin (20/01/25)

“Saya juga beli dari orang, tangan ke ketiga atau keempat,” katanya.

Sekali datang dia menerima 15-20 tabung, tergantung stok pemasok. Demikian pula harga tergantung pemasok.

Harganya berfluktuasi. Bahkan Adriansyah pernah terpaksa menjual elpiji bersubsidi tersebut Rp 60 ribu.

“Jadi orang beli dari luar, lalu saya beli dari orang ini. Dia dapat dari mana, saya tidak tahu. Yang penting saya bisa menjualnya dan ada untung seribu dua ribu,” ucapnya.

Sedangkan pemilik Pangkalan Iqbal Kenari di Desa Manunggalungkapnya, Kecamatan Karang Bingang, Tanbu, Supriadi, menyatakan menjual sesuai HET yaitu Rp 18.500. Pembelinya  adalah masyarakat sekitar yang sudah terdata dan terdaftar di sistem Pertamina.

“Jadi satu pangkalan bisa 80 sampai 100 kartu keluarga (KK). Satu KK mendapatkan satu tabung,” ungkapnya.

Sebulan, Supriadi bisa mendapat pasokan sampai 280 tabung. Setelah memenuhi hak warga yang terdaftar, gas melon yang masih ada dijual ke masyarakat sekitar.

Hal ini karena sebagai masyarakat ada yang memerlukan dua tabung dalam satu bulan.

“Kalau dihitung-hitung cukup untuk lingkungan RT saya,” ujarnya.

“Untuk beli di pangkalan kan biasanya ada kuota khusus pakai KTP atau kartu. Itu buat di rumah. Sedang untuk berjualan beli di luar,” ucapnya.

Mengenai ketersediaan, dia mengatakan banyak dengan harga Rp 38 ribu- Rp 40 ribu.

Saat dikonfirmasi, Kasubag Perekonomian Setda Tanbu Dwi Kesuma Putra mengatakan dari pantau di pangkalan tidak ada kendala. “Untuk HET Rp 18.500 dan belum ada info kenaikan HET,” katanya kepada awak media.

Kabid Perdagangan dan Metrologi Diskumdagri Tanbu Heriansyah juga mengatakan stok masih aman.

Asadi, pengeloa pangkalan di Kecamatan Martapura Lama, juga mengatakan tidak ada kenaikan. “Pengiriman juga lancar. Normal 300-500 tabung per bulan,” katanya.

Pengelola Pangkalan Muhammad Zayadi di Desa Bincau RT 10, Kecamatan Martapura, Rezky Fitriyana, juga mengatakan tidak ada kenaikan harga. “Tidak naik mas. Harga tetap Rp 18.500 per tabung 3 kilogram. Pengiriman pun lancar, “ jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wujudkan Semangat Berbagi, Majelis Taklim Nurul A’la Potong Hewan Kurban Hasil Tabungan Jemaah pada Idul Adha 1447 H Tahun 2026

28 Mei 2026 - 06:18 WIB

Akibat Pompa SPBU Bermasalah Puluhan Mobil Dan Motor Roda Dua Mengantri Panjang.

15 April 2026 - 07:00 WIB

Jelang Lebaran, Penumpang Kapal Batulicin Tanjung Serdang Masih Sepi

16 Maret 2026 - 08:27 WIB

Polda Kalsel Siagakan 1.200 Personel Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi.

6 November 2025 - 11:11 WIB

Sekdakab kotabaru Hadiri Pembukaan PORPROV XII Tanah Laut 2025.

2 November 2025 - 07:01 WIB

Trending di Advertorial